Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi keluarga. Dalam acara yang digelar di Manado, Anik mengajak para anggota PKK dan wanita di seluruh wilayah untuk meningkatkan kapasitas, inovasi, dan jaringan pemasaran UMKM.
PKK berencana menyelenggarakan serangkaian pelatihan yang meliputi manajemen keuangan, digital marketing, serta peningkatan kualitas produk. Pelatihan ini akan dipandu oleh praktisi bisnis, akademisi, dan perwakilan lembaga keuangan. Selain itu, PKK berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM serta Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) untuk menyediakan akses pembiayaan dengan bunga ringan bagi usaha yang menunjukkan potensi pertumbuhan.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Peningkatan keterampilan: Mengajarkan cara mengelola persediaan, menghitung margin keuntungan, dan mengoptimalkan produksi.
- Transformasi digital: Membekali perempuan dengan pengetahuan tentang e‑commerce, media sosial, dan platform pembayaran digital.
- Jaringan pemasaran: Membentuk kelompok pemasaran bersama untuk memperluas jangkauan pasar, baik lokal maupun nasional.
- Dukungan pembiayaan: Memfasilitasi pinjaman mikro dengan syarat yang ramah bagi pelaku UMKM perempuan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60% dari total penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Utara. Namun, mayoritas usaha masih berskala mikro dengan omset terbatas. Dengan meningkatkan kompetensi perempuan, diharapkan nilai tambah produk dapat naik, sehingga pendapatan keluarga meningkat secara signifikan.
Contoh keberhasilan yang diangkat dalam acara tersebut adalah usaha kerajinan anyaman bambu milik Ibu Siti dari Bitung, yang setelah mengikuti program pelatihan PKK berhasil menembus pasar ekspor dan meningkatkan penjualan tiga kali lipat dalam satu tahun.
Melalui sinergi antara PKK, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan, diharapkan perempuan di Sulawesi Utara dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.