Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Pemerintah Kota Yogyakarta telah menanggapi kasus kekerasan yang terjadi di sebuah fasilitas penitipan anak (daycare) dengan membentuk tim khusus yang bertugas menangani dampak psikologis dan fisik pada korban.
Tim tersebut dipimpin oleh dinas sosial setempat dan melibatkan tenaga medis dari RSUD dr. Sardjito, termasuk dokter spesialis dan sub‑spesialis tumbuh kembang anak. Selain itu, tim juga mencakup psikolog, konselor, serta perwakilan lembaga perlindungan anak.
Tujuan utama tim adalah memberikan evaluasi medis segera, menyusun program rehabilitasi jangka panjang, serta menyediakan pendampingan hukum bagi keluarga korban. Beberapa langkah konkrit yang direncanakan meliputi:
- Pemeriksaan medis menyeluruh bagi semua anak yang terpapar.
- Sesi konseling psikologis individu dan kelompok untuk mengurangi trauma.
- Penyuluhan bagi orang tua dan pengasuh tentang tanda‑tanda kekerasan.
- Penyusunan laporan komprehensif untuk pihak berwenang guna menindaklanjuti kasus.
Pemkot Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan dan regulasi terhadap fasilitas penitipan anak, termasuk melakukan audit rutin dan pelatihan bagi staf daycare. Diharapkan langkah-langkah ini dapat mencegah terulangnya kasus serupa serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perlindungan anak di kota tersebut.