Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini digelar secara serentak oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KASBI) di lebih dari satu belas daerah di seluruh Indonesia. KASBI menegaskan penolakannya untuk bergabung dalam perayaan yang dijadwalkan di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dengan alasan bahwa kegiatan di sana bersifat perayaan semata dan tidak mencerminkan tuntutan hak-hak buruh.
Serikat pekerja tersebut menekankan bahwa May Day seharusnya menjadi momentum untuk menuntut perbaikan kondisi kerja, kenaikan upah, serta perlindungan sosial yang lebih memadai, bukan sekadar acara hiburan. Oleh karena itu, KASBI mengorganisir aksi-aksi damai di berbagai kota, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Palembang, Makassar, Balikpapan, Pontianak, Yogyakarta, dan Denpasar.
- Jakarta: demonstrasi di depan Gedung Kementerian Tenaga Kerja.
- Surabaya: aksi di Lapangan Tunjungan.
- Bandung: unjuk rasa di Alun‑Alun Kota.
- Medan: pertemuan serikat di Lapangan Merdeka.
- Semarang: aksi di Taman Sari.
- Palembang: rapat koordinasi di Balai Kota.
- Makassar: demonstrasi di Lapangan Bugin.
- Balikpapan: aksi di Taman Persidangan.
- Pontianak: pertemuan di Alun‑Alun Kota.
- Yogyakarta: aksi di Alun‑Alun Utara.
- Denpasar: demonstrasi di Lapangan Puputan.
Juru bicara KASBI, Budi Santoso, menyatakan, “Kami mengajak seluruh pekerja untuk menegakkan hak‑hak mereka lewat aksi damai yang terorganisir, bukan sekadar bergabung dalam acara perayaan yang tidak menyentuh isu‑isu pokok buruh. Kami berharap pemerintah dan pengusaha mendengar suara kami dan mengambil langkah konkrit demi kesejahteraan pekerja.”
Selain menolak acara di Monas, KASBI juga menuntut pemerintah untuk mempercepat implementasi kebijakan kenaikan upah minimum regional (UMR) serta memperluas jaminan sosial bagi pekerja informal. Serikat pekerja menutup aksi dengan harapan bahwa momentum May Day dapat menjadi katalis perubahan kebijakan yang lebih pro‑buruh.