Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaan Pertamina Drilling mengumumkan rencana penempatan jack up rig di Lapangan Mako, Natuna, sebagai upaya mempercepat peningkatan produksi gas alam. Proyek ini diharapkan dapat menambah kapasitas produksi harian hingga 200 juta standar kaki kubik (mscfd) dalam jangka pendek, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Jack up rig yang akan dipasang merupakan unit bergerak yang dirancang khusus untuk operasi di perairan dangkal, sehingga cocok untuk kondisi lepas pantai Natuna yang memiliki kedalaman air kurang dari 30 meter. Rig ini dilengkapi dengan fasilitas pengeboran modern, sistem pengolahan gas sementara, serta peralatan keselamatan standar internasional.
Beberapa poin penting terkait proyek ini antara lain:
- Target produksi: Penambahan 200 mscfd dalam 12 bulan pertama operasional.
- Waktu pelaksanaan: Rig diperkirakan akan tiba di lokasi pada kuartal ketiga 2026 dan mulai beroperasi pada akhir 2026.
- Investasi: Estimasi biaya proyek mencapai US$150 juta, termasuk transportasi, pemasangan, dan pengujian awal.
- Manfaat strategis: Memperkuat pasokan gas domestik, mengurangi ketergantungan pada impor, serta mendukung program diversifikasi energi pemerintah.
Lapangan Mako sendiri merupakan salah satu lapangan gas utama di Natuna dengan cadangan terbukti sekitar 3,5 triliun standar kaki kubik. Sebelumnya, produksi lapangan ini mengandalkan fasilitas tetap yang memiliki kapasitas terbatas. Dengan hadirnya jack up rig, Pertamina Drilling berharap dapat mengoptimalkan potensi cadangan tersebut secara lebih fleksibel dan efisien.
Selain meningkatkan volume produksi, proyek ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal, baik dalam fase instalasi maupun operasional rutin. Pemerintah setempat menyambut baik inisiatif ini sebagai kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi regional.
Secara keseluruhan, penempatan jack up rig di Lapangan Mako menandai langkah strategis Pertamina dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen gas alam yang handal, sekaligus mendukung agenda ketahanan energi nasional yang semakin penting di tengah dinamika pasar energi global.