Setapak Langkah – 30 April 2026 | Rabu malam, 29 April 2024, sebuah kebakaran besar melanda kompleks pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kanjengan, Semarang, Jawa Tengah. Api menyambar lebih dari tiga ratus kios dalam waktu singkat, mengakibatkan seluruh barang dagangan hangus dan bangunan kios hancur total.
Akibat kebakaran, diperkirakan kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah. Banyak pedagang yang kehilangan persediaan barang, peralatan usaha, serta pendapatan harian yang sangat bergantung pada aktivitas pasar.
- Jumlah kios yang terbakar: sekitar 300 unit.
- Kerugian material diperkirakan: Rp 200‑300 juta.
- Jumlah pedagang terdampak: lebih dari 500 orang.
- Waktu pemadaman: sekitar 4 jam.
Pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Semarang berjanji akan memberikan bantuan darurat berupa dana bantuan tunai, fasilitas penyimpanan sementara, dan proses perizinan kembali bagi para pedagang yang kehilangan kiosnya. Pemerintah kota juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan pasar untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Para pedagang mengaku sangat terpukul, mengingat sebagian besar pendapatan mereka berasal dari penjualan harian di pasar tersebut. Beberapa di antaranya menyatakan akan menunggu bantuan pemerintah sambil mencari cara untuk memulihkan usaha mereka.
Kejadian ini menambah daftar bencana kebakaran yang menimpa area pasar tradisional di Indonesia belakangan ini, menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur keselamatan, pelatihan penanggulangan kebakaran, dan pengawasan yang lebih ketat.