Setapak Langkah – 30 April 2026 | Oditur Militer memberikan keterangan resmi mengenai serangkaian peristiwa yang mengakibatkan penyiraman air keras ke tubuh aktivis politik Andrie Yunus. Penyiraman tersebut terjadi tak lama setelah aksi demonstrasi di Fairmont Hotel, yang kemudian menjadi pemicu utama serangan.
- 15 Agustus 2023: Kelompok aktivis menggelar aksi pro-demokrasi di Fairmont Hotel, Jakarta, menuntut penegakan hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat.
- 16 Agustus 2023 pagi: Andrie Yunus tiba di lokasi untuk melakukan wawancara dengan para peserta aksi. Saat berjalan di area lobby, ia diserang oleh sekelompok individu tak dikenal yang menggunakan selang berisi air keras.
- 16 Agustus 2023 siang: Tim medis yang berada di lokasi menilai luka bakar pada kulit Andrie tergolong ringan, namun memerlukan perawatan di rumah sakit. Ia kemudian dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk observasi.
- 18 Agustus 2023: Oditur Militer menyampaikan keterangan dalam sidang perdana, menjelaskan bahwa penyiraman air keras tersebut diduga dilakukan atas perintah tidak resmi dari pihak yang ingin menghentikan aksi di Fairmont Hotel.
Oditur menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan menunggu hasil forensik serta identifikasi pelaku. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan air keras dapat dikategorikan sebagai tindakan kekerasan yang melanggar kode etik militer serta hukum pidana Indonesia.
Reaksi publik pun beragam. Beberapa organisasi hak asasi manusia menuntut penegakan hukum yang tegas, sementara pihak keamanan menyatakan akan memperketat pengamanan di area-area sensitif selama aksi massa.
Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan terhadap aktivis politik di Indonesia, memperkuat kekhawatiran akan kebebasan berpendapat di ruang publik.