Setapak Langkah – 29 April 2026 | Djoko Setijowarno, seorang pengamat transportasi terkemuka, mengajukan usulan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (Kemendikdasmen) untuk menyusun kurikulum khusus yang menekankan keselamatan transportasi di lingkungan pendidikan dasar dan menengah. Menurutnya, pendidikan sejak dini tentang risiko dan prosedur keselamatan di jalan dapat menurunkan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar.
Usulan tersebut menyoroti beberapa poin utama:
- Pengenalan konsep dasar keselamatan transportasi: materi meliputi hak dan kewajiban penumpang, pengenalan rambu lalu lintas, serta tata cara penggunaan transportasi umum dan pribadi.
- Simulasi dan praktik lapangan: sekolah diberikan fasilitas untuk mengadakan simulasi situasi darurat, seperti evakuasi di dalam bus atau kereta, serta latihan pertolongan pertama.
- Integrasi dengan mata pelajaran lain: aspek keselamatan dapat dimasukkan ke dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial, kesehatan, dan teknologi informasi.
- Pelatihan guru: tenaga pendidik perlu dibekali pengetahuan khusus melalui workshop dan modul pembelajaran yang disusun oleh ahli transportasi dan keselamatan.
Pengamat menilai bahwa kurikulum ini tidak hanya meningkatkan kesadaran anak muda terhadap bahaya di jalan, tetapi juga berpotensi menurunkan beban biaya perawatan korban kecelakaan yang biasanya menelan biaya kesehatan tinggi. Selain itu, generasi yang teredukasi tentang keselamatan transportasi diharapkan dapat menjadi pengguna transportasi yang lebih disiplin, sehingga menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih tertib.
Respons awal dari Kemendikdasmen masih dalam tahap pertimbangan. Pihak kementerian menyatakan akan meninjau usulan tersebut bersama kementerian terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, serta melibatkan stakeholder pendidikan dan transportasi dalam proses perumusan kurikulum.
Jika usulan ini terealisasi, implementasinya diproyeksikan akan dimulai pada tahun ajaran berikutnya, dengan pilot project di beberapa provinsi yang memiliki tingkat kecelakaan transportasi tertinggi. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai efektivitas kurikulum serta menyesuaikan materi sesuai kebutuhan lokal.