Setapak Langkah – 29 April 2026 | Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Kamboja, Prak Sokhonn, dan rekan sejawatnya dari Thailand, Sihasak, mengadakan pertemuan bilateral di Brunei untuk membahas permasalahan perbatasan yang menjadi perhatian kedua negara. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana diplomatik yang hangat, menandai komitmen bersama dalam menyelesaikan isu lintas negara yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.
Isu utama yang diangkat meliputi ketidakjelasan batas wilayah di daerah perbatasan yang berbagi dengan Brunei, serta dampaknya terhadap keamanan, perdagangan, dan mobilitas penduduk setempat. Kedua Menteri menegaskan pentingnya penyelesaian yang berdasarkan pada prinsip hukum internasional dan kesepakatan yang telah ada dalam kerangka kerja ASEAN.
Berikut poin-poin penting yang disepakati selama pertemuan:
- Peninjauan bersama peta perbatasan resmi guna mengidentifikasi area yang masih menjadi sengketa.
- Pembentukan tim teknis gabungan yang akan melakukan survei lapangan dan mengumpulkan data geospasial secara akurat.
- Penggunaan mekanisme mediasi ASEAN sebagai jalur alternatif jika dibutuhkan penyelesaian lebih lanjut.
- Penguatan koordinasi keamanan perbatasan untuk mencegah penyelundupan dan aktivitas ilegal lainnya.
- Komitmen untuk melaporkan perkembangan secara periodik kepada pemerintah masing-masing serta kepada Sekretariat ASEAN.
Prak Sokhonn menekankan bahwa penyelesaian isu perbatasan tidak hanya penting bagi Kamboja dan Thailand, melainkan juga berkontribusi pada kestabilan politik dan ekonomi di seluruh wilayah ASEAN. Sihasak menambahkan bahwa Thailand siap mendukung langkah-langkah teknis yang diperlukan dan berharap proses ini dapat selesai dalam jangka waktu yang wajar.
Selain itu, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan dialog multilateral dengan melibatkan Brunei secara aktif, sehingga solusi yang dihasilkan bersifat inklusif dan berkelanjutan. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konstruktif dalam memperkuat hubungan bilateral serta memperkokoh integrasi regional.