Setapak Langkah – 28 April 2026 | Setelah kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL pada hari Senin, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi melaporkan bahwa situasi di ruang gawat darurat kini mulai kondusif. Pada awalnya, fasilitas kesehatan tersebut dipenuhi oleh korban dengan luka ringan hingga berat, sehingga menimbulkan kepadatan dan tekanan pada tim medis.
Berikut rangkaian perkembangan terbaru yang disampaikan oleh pihak RSUD Bekasi:
- Pasien kritis: Terdapat 12 orang yang dirawat di ruang ICU, dengan empat di antaranya masih dalam kondisi kritis.
- Pasien luka ringan: Sekitar 35 korban dengan luka memar, patah tulang ringan, atau luka sayatan telah dipindahkan ke ruang perawatan umum.
- Stabilisasi alur masuk: Tim gawat darurat berhasil menambah jumlah tempat tidur darurat dan mengoptimalkan alur masuk pasien, sehingga tidak ada lagi antrean panjang di pintu masuk.
- Koordinasi lintas institusi: Dinas Kesehatan Kota Bekasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyediakan tenaga medis tambahan serta peralatan darurat.
- Pengumuman kondisi akhir: Hingga pukul 18.00 WIB, semua korban yang dirawat telah mendapatkan penanganan awal, dan tidak ada laporan korban meninggal di RSUD Bekasi.
Pihak rumah sakit juga menyatakan bahwa mereka terus memantau kondisi pasien secara intensif. Dokter spesialis ortopedi dan bedah trauma melakukan evaluasi rutin, sementara tim psikolog memberikan konseling kepada korban dan keluarga yang mengalami trauma.
Selain penanganan medis, RSUD Bekasi menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk memastikan kelancaran layanan kesehatan pasca‑insiden, antara lain:
- Penambahan tenaga medis relawan selama 48 jam ke depan.
- Penyediaan obat-obatan dan peralatan medis tambahan melalui bantuan pemerintah provinsi.
- Penguatan protokol evakuasi darurat di area rumah sakit untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Pejabat rumah sakit mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi tenaga medis dalam menjalankan tugas. Mereka juga meminta agar informasi yang beredar di media sosial dipastikan akurat, mengingat adanya spekulasi yang belum terkonfirmasi.