Setapak Langkah – 28 April 2026 | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir‑Surabaya Pasar Turi dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Tokyo Metro (TM) 5568A tujuan Kampung Bandan. Insiden tersebut menewaskan sejumlah penumpang dan menimbulkan luka-luka pada penumpang lainnya.
Menanggapi kejadian itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya perawatan di rumah sakit bagi para korban yang masih hidup. Selain itu, keluarga korban yang meninggal akan menerima santunan tunai sebesar Rp 50 juta per orang sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah daerah.
Berikut rincian bantuan yang akan diberikan:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Biaya rumah sakit dan perawatan medis | Ditanggung penuh oleh Pemprov Jabar |
| Santunan kematian per korban | Rp 50 juta |
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk meringankan beban keluarga korban serta memastikan bahwa proses penyembuhan dapat berjalan tanpa hambatan finansial. Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan keselamatan di jaringan transportasi kereta api, terutama pada titik pertemuan antara layanan kereta api jarak jauh dan kereta komuter.
Pihak kepolisian dan Badan Kereta Api (PT KAI) sedang menyelidiki penyebab tabrakan, termasuk faktor teknis dan human error. Sementara itu, Pemprov Jawa Barat terus memantau perkembangan kondisi korban dan siap menambah bantuan bila diperlukan.