Setapak Langkah – 28 April 2026 | Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan bahwa penanganan korban kecelakaan kereta api menjadi prioritas utama pemerintah dan BUMN terkait. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan pada hari ini.
- Penyediaan layanan medis darurat di lokasi kejadian.
- Pemberian bantuan finansial dan kompensasi bagi korban yang terluka maupun keluarga korban meninggal.
- Pengecekan dan perbaikan infrastruktur jalur kereta yang dianggap menjadi penyebab kecelakaan.
- Pembentukan tim investigasi independen untuk menelaah penyebab kecelakaan secara menyeluruh.
- Peningkatan standar keselamatan melalui pelatihan ulang bagi personel operasional.
Dony menambahkan bahwa BP BUMN akan memantau pelaksanaan seluruh program tersebut dan memastikan tidak ada penundaan dalam proses bantuan. Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik, sehingga masyarakat dapat memperoleh data yang akurat mengenai perkembangan penanganan.
Selain itu, Dony mengingatkan bahwa kecelakaan serupa harus menjadi pelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat regulasi dan pengawasan pada sektor transportasi kereta api. Upaya tersebut diharapkan dapat menurunkan risiko kecelakaan di masa mendatang dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi publik.