Setapak Langkah – 27 April 2026 | Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat program digitalisasi bantuan sosial (bansos) dengan pencapaian 80 persen integrasi sistem digital di seluruh Indonesia. Pada fase uji coba terbaru, sistem ini diterapkan di 42 kabupaten dan kota pilihan, melibatkan kerja sama lintas sektor antara pemerintah, penyedia teknologi, serta lembaga swadaya masyarakat.
Digitalisasi bansos bertujuan utama untuk meningkatkan ketepatan sasaran, mempercepat pencairan dana, dan meminimalisir risiko kecurangan. Dengan data terpusat dan otomatisasi proses verifikasi, penerima manfaat dapat memperoleh bantuan secara lebih cepat dan transparan.
Berikut beberapa poin penting dari uji coba ini:
- Target pencapaian digitalisasi naik menjadi 80% dari total program bansos nasional.
- Uji coba mencakup 42 kabupaten/kota yang dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan dan kesiapan infrastruktur.
- Kolaborasi melibatkan kementerian terkait, perusahaan teknologi informasi, serta organisasi masyarakat untuk memastikan data akurat.
- Hasil awal menunjukkan peningkatan kepuasan penerima manfaat dan penurunan kasus bantuan ganda.
Implementasi sistem digital ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain, sehingga seluruh Indonesia dapat menikmati bantuan sosial yang lebih tepat sasaran dan efisien.