Setapak Langkah – 23 April 2026 | Kodim 0209/Labuhanbatu berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan armco di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Kedua jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan struktur penyeberangan yang sebelumnya rusak akibat curah hujan tinggi dan erosi tanah, sehingga menghambat mobilitas warga setempat.
Proyek pembangunan dimulai pada awal tahun 2024 dan melibatkan tenaga teknik militer serta penduduk lokal. Pekerjaan selesai tepat waktu pada bulan Maret 2024, dengan total biaya yang dibiayai dari anggaran pengadaan infrastruktur TNI. Jembatan pertama terletak di Desa Simpang Empat, menghubungkan Jalan Raya Labura‑Kuala Tungkal, sementara jembatan kedua berada di Desa Sialang, melayani lintasan antara kampung utama dan wilayah pertanian sekitarnya.
- Lokasi: Desa Simpang Empat dan Desa Sialang, Labuhanbatu Utara.
- Panjang jembatan: masing‑masing sekitar 12 meter.
- Material: rangka besi (armco) dilapisi cat anti‑korosi untuk tahan lama.
- Manfaat utama: mempercepat perjalanan warga, meningkatkan akses ke layanan kesehatan, pasar, dan fasilitas pendidikan.
Selain memperbaiki jaringan transportasi, penyelesaian jembatan ini diharapkan dapat mendongkrak aktivitas ekonomi lokal. Para petani kini dapat mengangkut hasil panen ke pasar dengan lebih cepat, mengurangi kerugian akibat keterlambatan. Sektor pendidikan juga mendapat manfaat, karena siswa dapat mencapai sekolah lebih aman dan tepat waktu.
Kepala Kodim 0209/Labuhanbatu, Letnan Kolonel (Purn) H. Budi Santoso, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim konstruksi, termasuk warga yang membantu penyediaan material dan tenaga kerja tambahan. Ia menegaskan komitmen TNI untuk terus berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional.
Warga setempat menyambut baik penyelesaian jembatan ini. Salah satu tokoh masyarakat, Bapak Ahmad Sulaiman, menyatakan, “Sekarang kami tidak lagi harus menempuh jalan berbahaya. Jembatan baru ini memberi kami rasa aman dan membuka peluang usaha baru bagi kami.”
Keberhasilan proyek ini menjadi contoh sinergi antara institusi pertahanan dan masyarakat sipil dalam mengatasi tantangan geografis serta meningkatkan kualitas hidup di wilayah pinggiran. TNI berencana melanjutkan program serupa di beberapa kecamatan lain di Sumatera Utara yang masih memiliki kendala akses.