Setapak Langkah – 23 April 2026 | Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat RI menyatakan kesiapannya untuk mempercepat pembangunan kolam retensi sebagai upaya mengurangi risiko banjir di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Rencana tersebut muncul setelah serangkaian kejadian banjir yang meluas pada musim hujan terakhir, menimbulkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, dan mengganggu aktivitas ekonomi lokal.
Dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan pada tanggal 20 April 2026, Ketua Komisi V DPR menegaskan bahwa anggaran akan dialokasikan melalui mekanisme fasilitasi, melibatkan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta pihak swasta.
Kolam retensi yang direncanakan memiliki kapasitas total sekitar 1,5 juta meter kubik dan akan tersebar di beberapa titik rawan banjir, khususnya daerah low-lying di sekitar Sungai Mandiri.
- Tujuan utama: menampung kelebihan air hujan dan mengurangi aliran permukaan.
- Manfaat tambahan: meningkatkan ruang terbuka hijau dan potensi wisata alam.
Pelaksanaan dibagi menjadi tiga fase: fase persiapan (survei lokasi dan desain teknik), fase konstruksi (pembangunan fisik kolam), dan fase operasional (pemeliharaan dan monitoring). Setiap fase diperkirakan memakan waktu 6–12 bulan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menyiapkan dokumen teknis dan menunggu persetujuan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta kontribusi dana daerah.
Para pemangku kepentingan berharap bahwa dengan selesainya kolam retensi, frekuensi dan intensitas banjir di Kendari dapat berkurang secara signifikan, sehingga meningkatkan keamanan warga dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal.