Setapak Langkah – 22 April 2026 | Pada 21 April 2026, Gereja Katedral Jakarta menggelar misa syukur yang menjadi puncak perayaan 125 tahun keberadaannya. Acara yang dilangsungkan dengan khidmat ini menandai perjalanan panjang katedral yang sejak masa kolonial Belanda menjadi saksi bisu perubahan sosial, budaya, dan spiritual di ibukota.
Sejarah Gereja Katedral dimulai pada tahun 1900-an, ketika bangunan bergaya Gotik pertama kali didirikan sebagai pusat ibadah umat Katolik di Batavia. Selama lebih dari satu abad, katedral tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan dialog antaragama.
Misa syukur tersebut dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta bersama para uskup tamu dari beberapa keuskupan di Indonesia. Dalam liturginya, para peserta mendengarkan refleksi tentang kontribusi katedral dalam memajukan nilai-nilai toleransi dan pelayanan sosial, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan umat selama 125 tahun.
- Ribuan umat Katolik dari seluruh Indonesia hadir, termasuk tokoh keagamaan, pejabat pemerintah, dan warga lokal.
- Acara diisi dengan musik gerejawi, paduan suara, serta persembahan seni tradisional yang menampilkan warisan budaya Betawi.
- Setelah misa, diadakan pameran foto sejarah katedral yang menelusuri evolusi arsitektur dan peranannya dalam masyarakat.
Uskup Agung menegaskan komitmen katedral untuk terus menjadi “rumah rohani” yang terbuka bagi semua kalangan, sekaligus memperkuat peran sosialnya melalui program bantuan kemanusiaan dan pendidikan. Ia juga mengajak umat untuk melanjutkan warisan kasih dan persaudaraan yang telah terjalin sejak pendirian gereja.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi titik tolak untuk merencanakan program-program baru yang mendukung pertumbuhan spiritual dan kesejahteraan masyarakat Jakarta dalam dekade mendatang.