Setapak Langkah – 22 April 2026 | Vaksin Human Papillomavirus (HPV) kini direkomendasikan tidak hanya untuk perempuan tetapi juga untuk laki‑laki, sebagai langkah penting dalam menurunkan risiko kanker yang dipicu oleh virus ini.
- Vaksin melindungi terhadap tipe HPV 16 dan 18 yang menyebabkan sekitar 70 % kasus kanker serviks pada perempuan.
- Selain kanker serviks, vaksin juga mencegah kanker anus, penis, dan orofaring pada kedua jenis kelamin.
- Imunisasi pada laki‑laki membantu menurunkan penyebaran virus ke pasangan, memperkuat herd immunity.
Pemerintah Indonesia telah memasukkan vaksin HPV ke dalam Program Kesehatan Nasional (PKN) dan menyiapkan anggaran khusus untuk mendistribusikannya secara gratis di fasilitas kesehatan publik.
| Kelompok Sasaran | Usia Ideal | Dosis |
|---|---|---|
| Perempuan | 9‑14 tahun | 2 dosis (0 dan 6‑12 bulan) |
| Laki‑laki | 9‑14 tahun | 2 dosis (0 dan 6‑12 bulan) |
Implementasi program menghadapi tantangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat, mitos seputar keamanan vaksin, serta keterbatasan tenaga medis di daerah terpencil. Untuk mengatasinya, IDAI melakukan sosialisasi melalui sekolah, puskesmas, dan media sosial, serta melatih tenaga kesehatan tentang prosedur pemberian vaksin.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan penurunan signifikan pada kasus prekanker serviks sejak program dimulai pada 2018, dengan harapan angka kanker HPV‑related dapat turun hingga 80 % dalam satu dekade ke depan.
Dengan memperluas cakupan vaksinasi kepada laki‑laki, diharapkan tidak hanya menurunkan beban kanker pada perempuan, tetapi juga mengurangi transmisi virus secara keseluruhan, menjadikan Indonesia lebih dekat pada target WHO untuk eliminasi kanker serviks.