Setapak Langkah – 22 April 2026 | Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengumumkan temuan terkait 79 data peserta UTBK–SNBT 2026 yang menunjukkan indikasi anomali. Temuan ini mencakup dugaan penggunaan joki, serta kejanggalan pada lokasi dan waktu pelaksanaan ujian.
Tim investigasi Unair melakukan verifikasi silang terhadap data pendaftaran, hasil ujian, dan catatan log masuk sistem. Hasil analisis mengidentifikasi tiga pola utama yang menimbulkan kecurigaan:
- Joki: Beberapa nomor peserta terhubung dengan identitas yang tidak konsisten, mengindikasikan kemungkinan orang lain mengisi jawaban atas nama peserta.
- Kejanggalan Lokasi: Data menunjukkan adanya peserta yang seharusnya mengikuti ujian di Surabaya, namun tercatat masuk dari provinsi lain yang tidak relevan dengan domisili resmi mereka.
- Ketidaksesuaian Waktu: Beberapa entri menunjukkan waktu akses yang berada di luar jam operasional resmi ujian, menimbulkan pertanyaan tentang keabsahan proses.
Berikut rangkuman singkat data anomali yang terdeteksi:
| Jenis Anomali | Jumlah Kasus |
|---|---|
| Joki | 32 |
| Kejanggalan Lokasi | 28 |
| Ketidaksesuaian Waktu | 19 |
Unair telah mengirimkan laporan temuan ini kepada Badan Pengawas Pendidikan Tinggi (BPPT) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk ditindaklanjuti. Selain itu, pihak universitas berkomitmen memperkuat mekanisme verifikasi data pendaftaran pada gelombang berikutnya, termasuk penggunaan teknologi biometrik dan audit independen.
Penanganan kasus anomali ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap integritas proses seleksi masuk perguruan tinggi, sekaligus memberikan efek jera bagi pihak yang berpotensi melakukan kecurangan.