Setapak Langkah – 21 April 2026 | Program Mitra Beli Gabungan (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah daerah Boyolali telah memberikan dampak positif bagi para petani sayur lokal. Dengan mekanisme pembelian kolektif, para petani tidak lagi harus menjual hasil panen dengan harga yang fluktuatif, melainkan mendapatkan harga yang lebih stabil dan menguntungkan.
Berikut beberapa poin penting yang menjelaskan cara kerja dan manfaat program MBG di Boyolali:
- Pengumpulan hasil panen: Petani menyerahkan hasil sayurannya ke titik penampungan yang dikelola oleh MBG setiap minggu.
- Pembelian oleh pembeli grosir: MBG menyalurkan sayuran ke pasar-pasar grosir serta distributor dengan kontrak jangka panjang, sehingga permintaan terjaga.
- Penetapan harga: Harga jual ditetapkan berdasarkan analisis biaya produksi dan harga pasar regional, sehingga petani mendapatkan margin yang wajar.
- Pembayaran tepat waktu: Dana hasil penjualan disalurkan kepada petani dalam waktu 7 hari setelah penjualan, mengurangi risiko arus kas.
Data harga sayur sebelum dan sesudah pelaksanaan MBG menunjukkan perbedaan yang signifikan:
| Sayuran | Harga rata‑rata (sebelum MBG) (Rp/kg) | Harga rata‑rata (setelah MBG) (Rp/kg) |
|---|---|---|
| Kangkung | 7.500 | 9.200 |
| Bayam | 8.000 | 9.800 |
| Wortel | 6.800 | 8.500 |
Para petani melaporkan peningkatan pendapatan antara 15‑25 persen dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu, stabilnya harga memungkinkan mereka merencanakan penanaman dengan lebih baik, mengurangi limbah akibat sayuran yang tidak terjual.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga konsistensi program MBG, termasuk memperluas jaringan titik penampungan ke desa‑desa tetangga serta menambah jenis komoditas yang dapat diproses melalui skema ini. Diharapkan, dengan dukungan berkelanjutan, harga sayuran di tingkat petani tidak akan kembali mengalami tekanan yang signifikan.