Setapak Langkah – 21 April 2026 | Dalam rangkaian Paskah Perhimpunan Wanita Gemilang Seluruh Indonesia (PWGSU) yang digelar pada akhir April, Hashim Djojahadikusumo menyampaikan pandangannya tentang pentingnya percepatan transisi energi di Indonesia. Menurutnya, negara ini memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan, baik dari sumber matahari, air, maupun biomassa, yang dapat menjadi tulang punggung bagi upaya menurunkan emisi karbon.
Hashim menekankan tiga poin utama dalam pidatonya. Pertama, pemerintah dan sektor swasta harus bersinergi dalam menciptakan regulasi yang memudahkan investasi pada proyek energi bersih. Kedua, diperlukan peningkatan riset dan pengembangan teknologi lokal untuk menurunkan biaya produksi energi terbarukan. Ketiga, edukasi publik tentang manfaat energi hijau harus digiatkan agar masyarakat mendukung kebijakan tersebut.
Berikut rangkuman langkah strategis yang diusulkan Hashim untuk mencapai target emisi nol pada tahun 2060:
- Mengoptimalkan potensi energi surya di wilayah tropis dengan program subsidi panel fotovoltaik untuk rumah tangga dan industri.
- Memperluas jaringan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di daerah pegunungan dan meningkatkan efisiensi pembangkit yang sudah ada.
- Mendorong penggunaan biomassa dari limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif, khususnya di daerah pedesaan.
- Memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi penyimpanan energi, seperti baterai lithium‑ion dan sistem hidrogen.
- Mengintegrasikan sistem smart grid untuk mengelola distribusi energi secara lebih efisien dan mengurangi kehilangan listrik.
Hashim juga menyoroti peran Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia dengan potensi energi terbarukan yang melimpah. Ia berharap, dengan kolaborasi lintas sektoral, target emisi nol pada 2060 bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan agenda yang dapat diwujudkan secara konkret.
Acara PWGSU ini dihadiri oleh para tokoh perempuan, pengusaha, serta perwakilan pemerintah yang menunjukkan dukungan luas terhadap agenda hijau nasional. Dialog yang berlangsung diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih berkelanjutan.