Setapak Langkah – 20 April 2026 | Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel berderajat B50 pada berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) di beberapa wilayah pilot. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Uji coba dilakukan pada traktor, pompa air, dan alat penyemprot yang umum dipakai oleh petani. Biodiesel B50 merupakan campuran 50% biodiesel berbasis minyak nabati dan 50% diesel minyak bumi, sehingga diharapkan memberikan keseimbangan antara performa mesin dan manfaat lingkungan.
Beberapa tujuan utama pengujian meliputi:
- Menguji kompatibilitas B50 dengan sistem bahan bakar alsintan tanpa menurunkan efisiensi kerja.
- Menilai dampak emisi gas rumah kaca bila bahan bakar tersebut diadopsi secara luas.
- Menganalisis potensi penghematan biaya operasional bagi petani.
Data awal menunjukkan bahwa penggunaan B50 tidak menurunkan daya dorong traktor secara signifikan, sementara emisi karbon dioksida berkurang sekitar 15% dibandingkan penggunaan diesel murni. Selain itu, biaya per liter B50 diperkirakan lebih rendah karena sebagian besar bahan bakunya berasal dari minyak kelapa sawit dan rapeseed yang diproduksi dalam negeri.
Berikut rangkuman hasil sementara uji coba:
| Parameter | Hasil B50 | Hasil Diesel 100% |
|---|---|---|
| Daya Dorong Traktor | ±98% diesel | 100% |
| Emisi CO₂ (kg/ha) | 85 | 100 |
| Biaya Operasional (Rp/liter) | 9.800 | 10.500 |
Kementan berencana memperluas uji coba ke provinsi lain pada kuartal berikutnya dan menyiapkan regulasi serta insentif bagi produsen serta pengguna alsintan yang beralih ke B50. Jika hasil akhir positif, pemerintah dapat menetapkan target penggunaan B50 pada 30% alsintan nasional pada tahun 2028, sejalan dengan kebijakan energi terbarukan.
Penggunaan biodiesel B50 juga diharapkan membuka peluang pasar baru bagi petani penghasil minyak nabati, meningkatkan pendapatan agribisnis, serta memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.