Setapak Langkah – 20 April 2026 | Kasus penusukan terhadap Agrapinus Rumatora, yang lebih dikenal dengan sebutan Nus Kei, Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, kembali menjadi sorotan publik setelah pihak kepolisian mengungkap motif di balik aksi tersebut.
- Pelaku merupakan warga setempat yang memiliki latar belakang konflik pribadi dengan keluarga korban.
- Motif balas dendam dipicu oleh tuduhan pencemaran nama baik yang muncul dalam konteks persaingan internal partai.
- Penyerangan terjadi pada saat Nus Kei sedang menjalankan tugas resmi di kantor DPD, menjadikan peristiwa ini sebagai serangan yang terencana.
Polisi menegaskan bahwa proses penyidikan masih berjalan dan akan mengusut lebih dalam aspek-aspek yang berkaitan dengan potensi keterlibatan pihak lain. Sementara itu, pihak Golkar Maluku Tenggara menyampaikan rasa duka mendalam serta menyerukan agar proses hukum berjalan adil tanpa intervensi.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas mengenai keamanan pejabat publik di wilayah Indonesia Timur, terutama mengingat meningkatnya kasus kekerasan politik dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah telah berjanji meningkatkan pengamanan serta melakukan dialog terbuka untuk meredam ketegangan.
Para pengamat politik menilai bahwa insiden ini mencerminkan tantangan besar dalam mengelola persaingan internal partai serta pentingnya mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif. Diharapkan agar peristiwa serupa tidak terulang, dan kepercayaan publik terhadap institusi politik dapat dipulihkan.