Setapak Langkah – 20 April 2026 | Bandung kembali menjadi sorotan nasional pada Minggu, 19 April 2024, ketika kota ini menyelenggarakan peringatan ke-71 Konferensi Asia-Afrika (KAA). Acara utama yang menarik perhatian publik adalah peluncuran buku dokumentasi yang merangkum jejak sejarah KAA, sebuah upaya untuk menghidupkan kembali semangat Bandung Spirit yang pernah menginspirasi gerakan non-blok dan solidaritas dunia ketiga.
Buku berjudul “Bandung Spirit: Dokumentasi Konferensi Asia-Afrika” disusun oleh tim peneliti dan sejarawan yang dipimpin oleh Ketua Panitia Peringatan KAA, Dr. Ahmad Rizki. Penerbitannya sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dan lembaga budaya dalam melestarikan warisan diplomatik Indonesia.
- Isi utama: Dokumentasi lengkap dari sidang plenary, resolusi, serta foto-foto bersejarah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
- Kontribusi akademik: Analisis kritis tentang dampak KAA terhadap kebijakan luar negeri Indonesia dan gerakan kemerdekaan negara‑negara Afrika.
- Format: 350 halaman, dicetak dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dilengkapi dengan indeks tematik untuk memudahkan riset.
Acara peluncuran dihadiri oleh tokoh politik, akademisi, serta aktivis muda yang menekankan pentingnya mengaitkan nilai‑nilai Bandung Spirit dengan tantangan masa kini, seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan ekonomi, dan konflik geopolitik. Salah satu pembicara, Menteri Luar Negeri, menyatakan bahwa “semangat persaudaraan dan kemandirian yang lahir di Bandung harus terus menjadi landasan kebijakan luar negeri Indonesia.”
Selain itu, para penulis buku menyoroti proses pengumpulan materi yang melibatkan arsip nasional, perpustakaan universitas, serta wawancara dengan saksi mata yang masih hidup. Upaya ini memakan waktu lebih dari tiga tahun, menegaskan komitmen mendalam untuk menghasilkan sumber histori yang akurat dan dapat diakses publik.
Peluncuran buku ini diharapkan tidak hanya menjadi bahan bacaan bagi kalangan akademik, melainkan juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Bandung. Sekolah‑sekolah di kota tersebut telah dijadwalkan untuk mengadakan diskusi dan lomba esai yang berfokus pada nilai‑nilai persaudaraan dan kerja sama internasional, sejalan dengan semangat KAA.
Dengan keberhasilan peluncuran ini, Bandung Spirit kembali bergema, menegaskan posisi kota sebagai “kota perdamaian” dan pusat dialog budaya. Buku dokumentasi KAA diharapkan menjadi referensi penting bagi studi hubungan internasional serta simbol kebanggaan nasional yang terus memperkuat identitas Indonesia di panggung dunia.