Setapak Langkah – 20 April 2026 | Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu dan Kementerian Sosial (Kemensos) menandai langkah strategis untuk memperkuat jaringan mitra deradikalisasi di wilayah Sulawesi Tengah. Kolaborasi ini difokuskan pada pemberdayaan lembaga‑lembaga lokal, tokoh masyarakat, serta organisasi non‑pemerintah yang terlibat dalam pencegahan radikalisme.
Dalam pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal yang belum diumumkan, rektor UIN Palu, Prof. Dr. …, dan Kepala Kementerian Sosial, Bapak …, menandatangani nota kesepahaman yang mencakup serangkaian program pelatihan, penyuluhan, serta pendanaan bagi proyek‑proyek berbasis komunitas. Program pelatihan mencakup materi psikologi komunitas, strategi komunikasi anti‑radikal, serta teknik mediasi konflik.
Kedua pihak juga sepakat membentuk tim gabungan untuk melakukan pemetaan daerah rawan radikalisme, mengidentifikasi kelompok‑kelompok potensial, dan menyusun rencana intervensi preventif. Tim ini akan beroperasi dengan dukungan data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta basis data sosial‑ekonomi lokal.
Pemberdayaan mitra deradikalisasi diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda‑tanda penyebaran ideologi ekstremis, serta memberikan alternatif positif melalui kegiatan ekonomi kreatif, pendidikan, dan kebudayaan. Salah satu inisiatif yang direncanakan adalah pelatihan kewirausahaan bagi pemuda berisiko, sehingga mereka memiliki peluang kerja yang layak dan terhindar dari jalur radikal.
Para tokoh masyarakat yang terlibat, antara lain ketua PKK, ulama setempat, dan aktivis sosial, menyambut baik kolaborasi ini. Mereka menilai sinergi antara institusi akademik dan pemerintah dapat memperluas jangkauan program serta meningkatkan legitimasi upaya deradikalisasi.
Ke depan, UIN Palu dan Kemensos berencana memperluas jaringan kerja sama ke provinsi‑provinsi lain di Indonesia, khususnya yang memiliki potensi kerawanan tinggi. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai efektivitas program, dengan indikator pencapaian seperti penurunan kasus radikalisme, peningkatan partisipasi komunitas dalam kegiatan produktif, dan peningkatan pemahaman publik tentang bahaya ekstremisme.