Setapak Langkah – 19 April 2026 | Insiden penikaman yang menimpa Nus Kei di Bandara Langgur, Maluku Utara, memicu keprihatinan luas di kalangan publik dan dunia politik. Korban, yang merupakan seorang tokoh masyarakat, tewas setelah menjadi sasaran serangan dengan pisau pada hari Senin, 20 April 2024.
Sekjen Partai Golongan Karya (Golkar), Sarmuji, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya memberikan dukungan moral kepada keluarga korban serta menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa penundaan.
Sarmuji juga memperingatkan kader-kader Golkar agar tidak terpancing emosi atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berniat mengadu‑adu politik. Ia menegaskan bahwa:
- Kejadian kekerasan tidak boleh dijadikan alat politik.
- Kader partai harus tetap berpegang pada prinsip kedamaian dan penegakan hukum.
- Setiap tuduhan harus didasarkan pada bukti yang sah, bukan spekulasi.
Reaksi dari beberapa tokoh politik lain menunjukkan dukungan serupa, menekankan pentingnya penyelidikan objektif oleh aparat keamanan. Mereka menilai bahwa penegakan hukum yang tegas akan menjadi sinyal kuat bagi masyarakat bahwa tindakan kriminal tidak akan ditoleransi.
Dengan harapan agar proses hukum berjalan transparan, Sarmuji menutup pernyataannya dengan seruan agar seluruh pihak menjaga ketenangan, menghindari provokasi, dan menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum membuat kesimpulan.