Setapak Langkah – 19 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam sebuah pertemuan dengan para pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menekankan pentingnya kesiapan menghadapi dinamika geopolitik global serta ancaman iklim El Nino yang diproyeksikan akan memengaruhi wilayah Jakarta dalam waktu dekat.
Untuk menghadapi kedua ancaman tersebut, gubernur mengusulkan beberapa langkah strategis bagi BUMD:
- Mengintegrasikan analisis risiko geopolitik dan iklim ke dalam perencanaan operasional jangka menengah.
- Meninjau kembali portofolio investasi, dengan menekankan pada proyek-proyek yang tahan terhadap gangguan eksternal, seperti energi terbarukan dan infrastruktur hijau.
- Memperkuat koordinasi dengan badan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
- Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan tentang manajemen krisis dan adaptasi iklim.
- Mengembangkan mekanisme keuangan darurat, seperti dana likuiditas khusus, untuk mengatasi potensi penurunan pendapatan selama periode krisis.
Pramono menambahkan bahwa kesiapan BUMD tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi daerah, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat Jakarta. Dengan mengantisipasi perubahan geopolitik dan iklim, BUMD dapat memastikan layanan publik tetap berjalan lancar, seperti transportasi, air bersih, dan pengelolaan sampah.
Gubernur juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam penyusunan kebijakan yang proaktif, mengingat tantangan global ini bersifat lintas sektoral. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran serta pelaporan berkala kepada publik untuk menumbuhkan kepercayaan.