Setapak Langkah – 18 April 2026 | Presiden Megawati Soekarnoputri menyoroti perlunya forum internasional baru sebagai respons terhadap ketidakstabilan geopolitik yang melanda dunia saat ini. Dalam sebuah pernyataan, ia mengusulkan dilaksanakannya Konferensi Asia-Afrika (KAA) Jilid II, melanjutkan semangat pertemuan bersejarah pertama pada 1955.
Latar Belakang Geopolitik
Berbagai dinamika, seperti ketegangan di Laut China Selatan, konflik energi, dan perubahan aliansi strategis, menimbulkan tantangan bagi negara‑negara di kawasan Asia dan Afrika. Megawati menilai bahwa kerjasama multilateral dapat menjadi sarana efektif untuk meredakan ketegangan dan menciptakan kebijakan bersama.
Tujuan KAA Jilid II
- Memperkuat solidaritas politik dan ekonomi antara negara‑negara Asia-Afrika.
- Menghasilkan rekomendasi konkret untuk penyelesaian sengketa wilayah dan sumber daya.
- Menjadi platform dialog bagi negara‑negara berkembang dalam menghadapi tekanan geopolitik besar.
Reaksi Politik Dalam Negeri
Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari partai koalisi serta sejumlah tokoh masyarakat. Beberapa pihak menekankan pentingnya persiapan agenda yang jelas dan inklusif, agar konferensi tidak hanya menjadi simbolik.
Implikasi Global
Jika terlaksana, KAA Jilid II dapat menjadi alternatif bagi forum‑forum tradisional seperti G20 atau PBB, terutama dalam menyoroti kepentingan negara‑negara berkembang. Hal ini berpotensi memperluas ruang diplomasi bagi Indonesia sebagai tuan rumah.
Prospek Kedepan
Megawati mengajak negara‑negara Asia-Afrika untuk menyusun kerangka kerja bersama dan menetapkan tanggal pelaksanaan dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan konferensi bergantung pada komitmen kolektif dan kesediaan semua pihak untuk bernegosiasi secara terbuka.