Setapak Langkah – 17 April 2026 | Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), I Gede Arya Pering Arimbawa, menyatakan bahwa generasi Alpha menjadi fokus utama bagi industri perhotelan guna mengatasi penurunan tingkat hunian pasca‑pandemi. Menurutnya, anak‑anak berusia 0‑12 tahun yang tumbuh dalam era digital menuntut pengalaman menginap yang terintegrasi dengan teknologi, keamanan, dan kegiatan keluarga.
Berbagai strategi telah dirancang, antara lain:
- Pengembangan kamar tematik yang dilengkapi dengan perangkat pintar, seperti kontrol suara, lampu LED yang dapat diubah warna, dan tablet interaktif untuk edukasi.
- Penyediaan fasilitas hiburan edukatif, termasuk zona bermain, kelas kreatif, serta program belajar‑bersama yang melibatkan orang tua.
- Kolaborasi dengan merek mainan dan edukasi ternama untuk menciptakan paket menginap yang bersifat kolektif dan eksklusif.
- Penerapan sistem reservasi berbasis aplikasi seluler yang memungkinkan orang tua memantau kegiatan anak secara real‑time.
- Paket tarif khusus keluarga yang mencakup sarapan sehat, layanan babysitting, serta voucher aktivitas di destinasi wisata sekitar.
Data internal IHGMA menunjukkan bahwa hotel yang menerapkan konsep “family‑centric” mencatat rata‑rata peningkatan okupansi sebesar 8‑12 % dalam tiga kuartal pertama pelaksanaan. Berikut adalah ringkasan peningkatan okupansi pada beberapa hotel percontohan:
| Hotel | Lokasi | Peningkatan Okupansi (%) |
|---|---|---|
| Hotel Bintang 4 A | Jakarta | 10,5 |
| Resort Bintang 5 B | Bali | 9,2 |
| Hotel Boutique C | Bandung | 8,0 |
Para pemilik hotel juga menekankan pentingnya pelatihan staf agar dapat berinteraksi secara efektif dengan anak‑anak serta memahami kebutuhan keluarga modern. I Gede Arya menambahkan bahwa sinergi antara teknologi, layanan personal, dan penawaran aktivitas edukatif menjadi kunci utama untuk menarik generasi Alpha sekaligus meningkatkan pendapatan jangka panjang.
Dengan populasi Generasi Alpha yang diproyeksikan mencapai 2,5 miliar secara global pada tahun 2030, industri perhotelan Indonesia berambisi menjadi destinasi pilihan bagi keluarga muda, sekaligus mengisi kembali tingkat hunian yang sempat menurun.