Setapak Langkah – 17 April 2026 | Menjelang akhir tahun ini, Menteri Investasi Bahlul Lutfi mencuatkan rencana strategis yang melibatkan mitra Rusia dalam sektor energi Indonesia. Pemerintah berencana membangun kilang minyak baru serta fasilitas penyimpanan bahan bakar di beberapa lokasi strategis, dengan dukungan investasi langsung dari perusahaan-perusahaan Rusia.
Kerjasama ini tidak hanya terbatas pada pasokan energi, melainkan mencakup pendanaan, transfer teknologi, serta pelatihan tenaga kerja lokal. Menurut Bahlul, skema investasi tersebut akan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Berikut adalah beberapa poin utama yang diungkapkan dalam pertemuan tersebut:
- Pembangunan kilang dengan kapasitas sekitar 150.000 barel per hari.
- Pengembangan terminal penyimpanan dengan total kapasitas lebih dari 5 juta meter kubik.
- Investasi awal diperkirakan mencapai US$1,2 miliar, dengan kemungkinan tambahan pada fase berikutnya.
- Transfer teknologi pengolahan minyak dan gas modern dari mitra Rusia.
- Penciptaan lapangan kerja langsung bagi ribuan pekerja Indonesia.
Jadwal pelaksanaan direncanakan dalam tiga fase:
| Fase | Waktu | Target |
|---|---|---|
| Fase I | 2024‑2025 | Pembangunan infrastruktur dasar dan penyelesaian perjanjian investasi. |
| Fase II | 2026‑2027 | Operasional kilang awal dan aktivasi sebagian terminal penyimpanan. |
| Fase III | 2028‑2030 | Ekspansi kapasitas penuh serta integrasi rantai pasok energi domestik. |
Dengan skema ini, pemerintah berharap dapat menurunkan impor bahan bakar hingga 30 % dalam lima tahun ke depan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor energi dalam Produk Domestik Bruto. Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga standar lingkungan dan keamanan operasional selama proses pembangunan.