Setapak Langkah – 17 April 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2024. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, menanggapi kekhawatiran publik terkait fluktuasi harga minyak dunia.
Bahlil menjelaskan bahwa faktor utama yang memungkinkan stabilitas harga BBM subsidi adalah harga minyak mentah internasional (International Crude Price/ICP) yang masih berada di bawah US$100 per barel. Selama tiga bulan terakhir, ICP berfluktuasi antara US$92‑US$99, sehingga tidak menimbulkan tekanan signifikan pada anggaran subsidi bahan bakar.
| Bulan | ICP (USD/barel) |
|---|---|
| Januari 2024 | 92 |
| Februari 2024 | 95 |
| Maret 2024 | 99 |
Selain kondisi pasar, pemerintah menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menanggung beban subsidi BBM. Bahlil menambahkan, “Selama APBN mampu mendukung, harga BBM subsidi akan tetap stabil. Insya Allah sampai selamanya, doain!”
Stabilitas harga BBM subsidi memiliki dampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah yang sangat bergantung pada subsidi bahan bakar untuk transportasi dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Dengan harga yang tidak naik, pemerintah berharap dapat mengurangi beban inflasi dan menjaga kestabilan ekonomi makro.
Namun, Bahlil juga mengingatkan bahwa kebijakan ini bersifat dinamis. Jika terjadi lonjakan harga minyak mentah yang signifikan atau tekanan fiskal yang berat, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian kebijakan di masa mendatang.