Setapak Langkah – 17 April 2026 | Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan bahwa proporsi rumah tangga yang tergolong kelas menengah di Indonesia menurun secara signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, kelas menengah mencakup 21,5 % dari total rumah tangga, namun pada 2024 angka tersebut turun menjadi 16,9 %.
| Tahun | Persentase Kelas Menengah |
|---|---|
| 2019 | 21,5 % |
| 2024 | 16,9 % |
Penurunan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kemampuan Indonesia untuk mencapai status negara maju pada tahun 2045, target yang dicanangkan dalam visi jangka panjang pemerintah. Kelas menengah dianggap sebagai motor utama pertumbuhan konsumsi domestik, stabilitas sosial, dan inovasi. Bila proporsi kelas menengah terus menyusut, tantangan untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto per kapita dan mengurangi ketimpangan akan semakin berat.
Berbagai faktor berkontribusi pada erosi kelas menengah, antara lain inflasi yang menggerogoti daya beli, stagnasi upah riil, serta beban biaya pendidikan dan kesehatan yang semakin tinggi. Di sisi lain, pertumbuhan lapangan kerja belum mampu menyerap seluruh tenaga kerja muda, sehingga banyak lulusan baru terpaksa bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu.
Untuk membalikkan tren ini, pakar ekonomi menyarankan beberapa langkah strategis:
- Memperkuat kebijakan fiskal yang mendukung peningkatan upah minimum secara teratur dan menyesuaikan dengan inflasi.
- Investasi besar-besaran dalam pendidikan vokasi dan teknologi, guna menyiapkan tenaga kerja yang kompetitif di pasar global.
- Peningkatan akses terhadap kredit mikro bagi usaha kecil dan menengah, sehingga mereka dapat bertransformasi menjadi bisnis berbasis nilai tambah.
- Reformasi regulasi pasar tenaga kerja untuk menciptakan pekerjaan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Selain kebijakan domestik, iklim investasi asing juga berperan penting. Stabilitas politik, kepastian hukum, dan infrastruktur yang memadai dapat menarik modal asing yang pada gilirannya membuka lapangan kerja berkualitas.
Jika upaya-upaya tersebut dilaksanakan secara konsisten, peluang Indonesia untuk memperluas basis kelas menengah dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dapat meningkat, memperkuat fondasi menuju visi menjadi negara maju pada 2045. Namun, kegagalan untuk menanggulangi penurunan kelas menengah dapat memperlebar kesenjangan sosial dan menurunkan daya saing nasional.