Setapak Langkah – 16 April 2026 | Nina Saleha, wanita berusia 27 tahun, mengalami kejadian mengkhawatirkan ketika bayinya hampir hilang di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Menurut keterangan, setelah proses persalinan, bayi tersebut dibawa oleh pihak yang tidak berwenang, membuat sang ibu terpaksa menelusuri jejak hingga akhirnya menemukan kembali sang buah hati.
Insiden ini memicu kemarahan dan keprihatinan Nina, yang menyatakan tidak dapat menerima perlakuan sewenang-wenang tersebut. Sebagai langkah pertama, ia secara resmi menugaskan seorang kuasa hukum untuk menelusuri kronologi kejadian, mengumpulkan bukti, serta menuntut pertanggungjawaban dari rumah sakit maupun pihak terkait.
Berikut rangkaian tindakan yang direncanakan oleh kuasa hukum Nina:
- Mengajukan permohonan dokumen medis lengkap, termasuk catatan persalinan dan registrasi bayi.
- Mengidentifikasi saksi-saksi yang berada di ruangan bersalin pada saat kejadian.
- Melakukan pemeriksaan CCTV rumah sakit untuk menelusuri pergerakan bayi.
- Mengajukan tuntutan ganti rugi atas trauma psikologis dan potensi kerugian materiil.
Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, biasanya rumah sakit memiliki prosedur internal untuk menangani kasus kehilangan pasien, termasuk audit keamanan dan evaluasi prosedur penanganan bayi baru lahir.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat pada unit perawatan intensif neonatal dan prosedur verifikasi identitas bayi. Pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan diharapkan dapat meninjau kembali regulasi serta memberikan pedoman yang lebih jelas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Jika proses hukum berjalan lancar, hasil penyelidikan dapat menjadi preseden bagi perlindungan hak pasien, khususnya ibu dan bayi baru lahir, serta meningkatkan akuntabilitas institusi kesehatan di Indonesia.