Setapak Langkah – 16 April 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan niatnya untuk melanjutkan dialog damai dengan Iran setelah jeda panjang sejak penarikan AS dari Kesepakatan Nuklir 2015. Pemerintah China menyatakan dukungannya terhadap upaya tersebut, menilai bahwa stabilitas di kawasan Timur Tengah penting bagi keamanan global dan perdagangan internasional.
Langkah Trump muncul di tengah tekanan domestik dan internasional terkait sanksi ekonomi yang dikenakan pada Iran. Gedung Putih menegaskan bahwa negosiasi kembali akan difokuskan pada pembatasan program nuklir Tehran serta pencapaian mekanisme verifikasi yang dapat diterima oleh semua pihak.
China, melalui Kementerian Luar Negeri, menyampaikan harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran dapat kembali ke meja perundingan dengan itikad baik. Beijing menekankan pentingnya menghindari eskalasi militer dan menyoroti peran diplomasi multilateral dalam menyelesaikan konflik.
Jika perundingan berhasil, dampaknya diperkirakan akan meliputi pengurangan sanksi ekonomi terhadap Iran, peningkatan investasi energi, serta perbaikan hubungan dagang antara Amerika Serikat, Iran, dan negara‑negara lain di kawasan. Di sisi lain, keberlanjutan dialog juga dapat memperkuat posisi China sebagai mediator regional.
Namun, analis politik memperingatkan bahwa keberhasilan proses ini sangat tergantung pada kesepakatan teknis tentang inspeksi nuklir dan jaminan bahwa Iran tidak akan kembali mengembangkan senjata nuklir. Selain itu, dinamika politik internal di kedua negara serta reaksi sekutu NATO juga menjadi faktor penentu.