Setapak Langkah – 15 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba kembali di Ibu Kota pada Senin pagi setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan resmi ke Rusia dan Prancis. Kedatangan presiden disambut oleh pejabat tinggi pemerintah serta perwakilan media di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tujuan utama dari dua perjalanan luar negeri tersebut adalah memperkuat hubungan bilateral sekaligus menegosiasikan kesepakatan strategis di bidang energi, teknologi, dan investasi yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesepakatan dengan Rusia
- Penandatanganan protokol kerjasama dalam pengembangan energi nuklir, termasuk studi kelayakan pembangkit nuklir generasi IV.
- Persetujuan pasokan gas alam cair (LNG) jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil konvensional.
- Kolaborasi dalam bidang pertahanan, khususnya transfer teknologi roket dan sistem pertahanan udara.
Kesepakatan dengan Prancis
- Investasi bersama dalam proyek energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya dan angin di wilayah Indonesia Timur.
- Pembentukan kemitraan strategis untuk pengembangan hidrogen hijau sebagai sumber energi bersih.
- Kerjasama di sektor aerospace, termasuk program pelatihan teknisi dan pengadaan pesawat komersial serta militer.
Selain poin‑poin di atas, kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan aliran investasi langsung (FDI) ke sektor infrastruktur, pertanian modern, dan digitalisasi ekonomi.
Berikut rangkuman singkat kesepakatan yang disepakati:
| Negara | Sektor | Nilai Perkiraan |
|---|---|---|
| Rusia | Energi Nuklir & LNG | Tidak diumumkan |
| Prancis | Energi Terbarukan & Hidrogen | Tidak diumumkan |
Pejabat Istana menyatakan bahwa rangkaian perjanjian ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi Indonesia, membuka lapangan kerja baru, serta menarik lebih banyak investasi asing ke dalam negeri. Pemerintah berkomitmen untuk mengimplementasikan kesepakatan tersebut melalui kementerian terkait dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan hadirnya kesepakatan strategis ini, harapan publik terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dan transisi energi bersih menjadi semakin optimis. Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan Asia‑Pasifik.