Setapak Langkah – 15 April 2026 | Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai titik penting yang memperkuat kerja sama strategis kedua negara. Pertemuan yang berlangsung di Moskow pada akhir pekan lalu mencakup diskusi mendalam mengenai bidang pertahanan, energi, serta perdagangan.
Iwan menyebut bahwa kedekatan politik yang terjalin selama pertemuan ini menandai langkah konkret bagi kedua pihak untuk memperluas kolaborasi militer, termasuk potensi transfer teknologi pertahanan dan latihan bersama. Selain itu, ia menyoroti peluang investasi Rusia di sektor energi Indonesia, khususnya dalam pengembangan gas alam cair (LNG) dan proyek energi terbarukan.
- Peningkatan pertukaran intelijen dan latihan militer bersama.
- Kerjasama dalam pembangunan infrastruktur energi, termasuk proyek LNG dan energi nuklir sipil.
- Peningkatan volume perdagangan bilateral, terutama pada komoditas pertanian dan barang manufaktur.
Iwan menegaskan bahwa meskipun terdapat tantangan dalam penyesuaian regulasi dan kepatuhan terhadap sanksi internasional, peluang yang muncul dari hubungan yang lebih erat dengan Rusia dapat menjadi alternatif penting bagi diversifikasi mitra ekonomi Indonesia.
Dalam jangka panjang, penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Rusia diproyeksikan akan memperluas jaringan diplomatik Jakarta, sekaligus memberikan kontribusi pada stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.