Setapak Langkah – 14 April 2026 | Gus Ipul, Ketua DPD Partai NasDem Jawa Barat, menegaskan bahwa proses seleksi Sekolah Rakyat 2026 akan dijalankan secara bersih tanpa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta tanpa adanya titipan. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat pers yang menekankan komitmen pemerintah daerah untuk menjamin bantuan pendidikan tepat sasaran.
Untuk memastikan integritas proses, rekrutmen akan memanfaatkan basis data DTSEN (Data Terpadu Sumber Daya Manusia). Penggunaan data tersebut memungkinkan identifikasi calon siswa yang memang membutuhkan bantuan, sekaligus meminimalisir peluang munculnya calo atau perantara yang tidak resmi.
Berikut langkah‑langkah utama dalam mekanisme seleksi Sekolah Rakyat 2026:
- Pengumpulan data calon peserta melalui platform DTSEN yang terintegrasi dengan data kependudukan dan pendidikan.
- Verifikasi kelayakan secara otomatis menggunakan algoritma yang menilai kriteria ekonomi, geografis, dan prestasi akademik.
- Penyaringan manual oleh tim independen untuk memastikan tidak ada celah penyalahgunaan data.
- Pengumuman hasil seleksi secara publik di situs resmi pemerintah daerah, tanpa melibatkan perantara.
- Pemberian bantuan beasiswa dan fasilitas pendidikan langsung kepada penerima yang terdaftar.
Gus Ipul menambahkan bahwa langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang selama ini merasa terpinggirkan dalam program bantuan pendidikan. Dengan meniadakan praktik titipan, pemerintah berupaya menutup peluang bagi pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari sistem.
Implementasi kebijakan ini akan dimonitor secara berkala, dan hasilnya akan dilaporkan kepada publik untuk memastikan akuntabilitas. Diharapkan, Sekolah Rakyat 2026 menjadi contoh program pendidikan yang bersih, efisien, dan benar‑benar memprioritaskan kepentingan anak‑anak Indonesia.