Setapak Langkah – 14 April 2026 | Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengadakan pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, di Solo pada minggu lalu. Dalam perbincangan tersebut, Presiden menanyakan tentang ijazah Bestari, menuntut agar ia menunjukkan bukti kelulusan akademik secara terbuka.
Bestari menanggapi permintaan tersebut dengan santai. Ia menyatakan, “Saya dan Jokowi tertawa saat membahas hal ini,” menegaskan bahwa tidak ada ketegangan di antara mereka dan bahwa permintaan tersebut bersifat ringan. Ia menambahkan bahwa ia siap menunjukkan dokumen pendidikannya bila diperlukan, namun menekankan bahwa fokus utama pertemuan adalah membahas agenda- agenda penting bagi PSI dan pemerintah.
Pertemuan itu juga menyentuh berbagai isu strategis, antara lain rencana kebijakan ekonomi, program sosial, serta upaya memperkuat kolaborasi antara partai oposisi dan pemerintah. Bestari menyoroti pentingnya dialog konstruktif untuk mengatasi tantangan nasional, sambil menegaskan komitmen PSI untuk mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat.
- Bestari Barus: Ketua Harian DPP PSI, menekankan dialog terbuka dengan Presiden.
- Joko Widodo: Menunjukkan kepedulian terhadap transparansi dan integritas pejabat publik.
- Permintaan ijazah: Diangkat dalam konteks menilai kredibilitas dan akuntabilitas.
- Reaksi publik: Netizen membagi pendapat, ada yang mengkritik fokus pada hal pribadi, ada pula yang menilai sebagai upaya meningkatkan transparansi.
Reaksi masyarakat beragam. Sebagian menganggap pertanyaan tentang ijazah merupakan hal yang wajar dalam rangka memastikan integritas pejabat, sementara yang lain menilai bahwa isu tersebut mengalihkan perhatian dari agenda kebijakan yang lebih penting. Pengamat politik menilai bahwa perbincangan ini mencerminkan tren meningkatnya permintaan transparansi dalam politik Indonesia.
Secara keseluruhan, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada pertanyaan pribadi, kedua pihak tetap mengedepankan kerja sama dan fokus pada program-program yang dapat memberikan manfaat bagi publik. Bestari menutup pertemuan dengan harapan agar diskusi selanjutnya dapat lebih menitikberatkan pada kebijakan yang mendukung kesejahteraan masyarakat, sementara Jokowi menegaskan komitmennya untuk mendengarkan aspirasi semua pihak.