Setapak Langkah – 14 April 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual oleh Pertamina, Shell, dan Vivo di wilayah Jakarta diproyeksikan tetap tidak berubah hingga pertengahan April 2026, meskipun konflik di Timur Tengah masih berlanjut. Pemerintah bersama regulator energi menyatakan bahwa kebijakan penetapan harga ini diambil untuk menjaga kestabilan inflasi dan melindungi daya beli konsumen.
Berikut adalah rincian harga eceran yang berlaku per liter pada tanggal 1 April 2026:
| Jenis BBM | Pertamina (Rp) | Shell (Rp) | Vivo (Rp) |
|---|---|---|---|
| Premium | 9.500 | 9.600 | 9.550 |
| Pertalite | 10.200 | 10.300 | 10.250 |
| Solar | 7.900 | 8.000 | 7.950 |
Beberapa faktor yang mendasari keputusan ini antara lain:
- Stabilitas pasokan – Produksi dalam negeri dan impor BBM berada pada level yang cukup untuk memenuhi permintaan domestik.
- Kebijakan subsidi – Pemerintah melanjutkan subsidi energi dengan penyesuaian yang terukur sehingga tidak menimbulkan lonjakan harga.
- Pengaruh geopolitik – Meskipun situasi di Timur Tengah bergejolak, pasar internasional belum menunjukkan tekanan signifikan pada harga minyak mentah yang berdampak pada BBM domestik.
Para analis memperkirakan bahwa stabilitas harga ini dapat membantu menurunkan tekanan inflasi konsumen, terutama di sektor transportasi dan logistik. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa fluktuasi global tetap menjadi risiko yang harus dipantau secara berkala.
Jika ada perubahan kebijakan atau kondisi pasar, konsumen akan diinformasikan melalui media resmi pemerintah dan perusahaan energi terkait.