Setapak Langkah – 13 April 2026 | Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kesiapan negaranya untuk menandatangani kesepakatan yang seimbang dengan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara yang menyoroti dinamika hubungan bilateral yang selama ini penuh ketegangan.
Pezeshkian menambahkan bahwa Iran telah menyiapkan rangka kerja diplomatik yang dapat menampung kepentingan kedua belah pihak, termasuk isu-isu sanksi ekonomi, program nuklir, dan keamanan regional. Menurutnya, langkah-langkah konkret yang diusulkan mencakup pengurangan sanksi secara bertahap, peningkatan transparansi dalam kegiatan nuklir, serta pembentukan mekanisme pengawasan bersama.
Dalam konteks ekonomi, pemerintah Iran berharap bahwa pelonggaran sanksi akan membuka peluang investasi asing, memperbaiki nilai tukar rial, dan menstabilkan inflasi yang selama ini menekan daya beli masyarakat. Pezeshkian menekankan pentingnya kerjasama ekonomi yang adil, yang tidak hanya menguntungkan satu pihak.
Di samping itu, Pezeshkian menyoroti peran diplomasi multilateral, termasuk peran PBB dan negara-negara Eropa, dalam memfasilitasi proses negosiasi. Ia percaya bahwa dukungan internasional dapat memperkuat kredibilitas kesepakatan dan memastikan kepatuhan jangka panjang.
Meski optimis, Pezeshkian juga mengingatkan bahwa proses perundingan memerlukan waktu, kepercayaan, serta komitmen politik yang kuat dari kedua belah pihak. Ia mengajak semua pihak untuk menghindari retorika yang dapat memperkeruh situasi dan fokus pada solusi yang konstruktif.
Jika berhasil, kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam hubungan Iran‑AS, membuka jalan bagi stabilitas regional yang lebih baik serta pemulihan ekonomi yang signifikan bagi Iran.