Setapak Langkah – 13 April 2026 | Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap jati diri masyarakat Jawa Timur menjadi landasan utama dalam merumuskan strategi politik ke depan. Ia menekankan bahwa karakteristik budaya dan nilai‑nilai lokal harus dijadikan “ijo‑abang” – simbol kebersamaan dan keberagaman – sebagai basis kuat bagi partai.
Said Abdullah mengingatkan bahwa Jawa Timur memiliki tradisi keagamaan yang kuat, terutama peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam membangun solidaritas sosial. Menurutnya, kolaborasi antara PDIP dan NU dapat menciptakan sinergi politik yang lebih inklusif, sehingga partai dapat menjadi “rumah politik” bagi seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur.
Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Said Abdullah antara lain:
- Penguatan identitas lokal: Mengintegrasikan nilai‑nilai budaya Jawa Timur dalam kebijakan partai.
- Kemitraan dengan NU: Memperkuat hubungan dengan organisasi keagamaan untuk meningkatkan legitimasi dan dukungan.
- Agenda kebijakan pro‑rakyat: Fokus pada program ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan warga.
- Partisipasi akar rumput: Mendorong keterlibatan aktif anggota partai di tingkat desa dan kecamatan.
Dalam sambutannya, Said Abdullah juga menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan antara aspirasi politik dan nilai‑nilai keagamaan. Ia berpendapat bahwa PDIP harus menjadi wadah yang mampu menampung beragam pandangan, sekaligus menjaga persatuan dalam keberagaman.
Ia menutup dengan harapan bahwa melalui kolaborasi yang erat dengan NU, PDIP Jawa Timur dapat memperkuat posisinya sebagai partai yang tidak hanya mengusung ideologi, tetapi juga menghidupkan semangat kebersamaan “ijo‑abang” yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Timur.