Setapak Langkah – 10 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (9 April 2026). Upacara peresmian dihadiri oleh pejabat pemerintah, perwakilan industri otomotif, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengembangan kendaraan listrik (EV) sebagai bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mempercepat transisi energi bersih. Ia menambahkan bahwa dukungan kebijakan, insentif fiskal, dan investasi infrastruktur pengisian daya menjadi kunci utama dalam menggerakkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Pabrik yang dikelola oleh PT Nama Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi awal sebesar 10.000 unit kendaraan komersial listrik per tahun, dengan rencana ekspansi hingga 25.000 unit dalam lima tahun ke depan. Investasi awal mencapai Rp 2,5 triliun, yang diharapkan dapat menciptakan sekitar 1.500 lapangan kerja langsung serta ribuan pekerjaan tidak langsung di sektor pendukung.
- Lokasi strategis: Kawasan industri di Magelang dipilih karena kedekatannya dengan jaringan transportasi utama, serta potensi sumber daya manusia yang terampil.
- Target pasar: Kendaraan yang diproduksi akan difokuskan pada sektor logistik, transportasi kota, dan layanan publik, menjawab kebutuhan mobilitas ramah lingkungan di wilayah perkotaan.
- Dukungan pemerintah: Pemerintah menyediakan insentif pajak, pembebasan bea masuk untuk komponen impor, serta subsidi untuk pembangunan stasiun pengisian daya publik.
Pembangunan pabrik ini selaras dengan kebijakan “Indonesia Kendaraan Listrik” yang dicanangkan pada 2025, yang menargetkan 20% kendaraan di jalan raya Indonesia menjadi listrik pada 2030. Selain itu, kehadiran pabrik di Magelang diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Tengah, meningkatkan nilai tambah regional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Presiden Prabowo menutup acara dengan harapan agar pabrik ini menjadi contoh sukses kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan masa depan mobilitas berkelanjutan.