Setapak Langkah – 09 April 2026 | Delegasi tingkat tinggi Iran diperkirakan akan tiba di Islamabad dalam beberapa hari ke depan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan pejabat Pakistan. Kunjungan ini direncanakan sekaligus menjadi forum dialog dengan perwakilan Amerika Serikat yang juga akan hadir, meski ada spekulasi mengenai sikap Iran terhadap konflik Israel‑Palestina yang sedang memanas.
Berikut adalah rangkaian agenda utama yang dilaporkan:
- Pembahasan kerja sama ekonomi, khususnya di sektor energi dan transportasi.
- Negosiasi tentang keamanan perbatasan dan pertukaran intelijen melawan kelompok teroris.
- Dialog terbuka dengan diplomat Amerika Serikat terkait kebijakan regional dan sanksi internasional.
Namun, kehadiran delegasi Iran menimbulkan pertanyaan di kalangan analis geopolitik. Sejak pecahnya serangan baru-baru ini di wilayah Gaza, Iran secara terbuka menyatakan dukungan moral bagi Palestina, sementara Pakistan secara tradisional mendukung posisi tersebut. Keraguan muncul apakah Iran akan menyinggung Israel dalam pertemuan ini, mengingat tekanan internasional yang semakin keras terhadap negara-negara yang dianggap mendukung aksi militer di Gaza.
Pejabat Pakistan menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan adalah memperkuat hubungan bilateral dan menjaga stabilitas kawasan. Mereka menambahkan bahwa Pakistan tetap netral dalam konflik Israel‑Palestina dan akan berperan sebagai mediator jika diperlukan.
Amerika Serikat, di sisi lain, melihat peluang untuk menengahi dialog yang dapat meredakan ketegangan. Duta Besar AS di Islamabad diharapkan akan menyoroti pentingnya menahan retorika yang dapat memperburuk situasi, sekaligus menekankan perlunya Iran mematuhi resolusi PBB terkait sanksi.
Pengamat menilai bahwa kunjungan ini dapat menjadi indikator arah kebijakan luar negeri Iran pasca‑sanksi ekonomi. Jika dialog berjalan lancar, kemungkinan akan terbuka jalur baru bagi kerja sama ekonomi regional, termasuk proyek infrastruktur lintas‑batas. Sebaliknya, bila isu Israel menjadi titik fokus, kunjungan tersebut berpotensi menambah ketegangan diplomatik antara Tehran, Washington, dan sekutu‑sekutunya.