Setapak Langkah – 09 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Jombang merumuskan rencana pembangunan flyover di daerah Mengkreng. Proyek ini ditujukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada persimpangan Simpang Tiga yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan, terutama pada jam‑jam sibuk.
Flyover direncanakan memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer dengan tiga lajur pada setiap arah, dilengkapi dengan fasilitas pejalan kaki yang terpisah. Menurut data survei lalu lintas, volume kendaraan yang melintasi Simpang Tiga meningkat 8‑10 % per tahun, sehingga kebutuhan infrastruktur tambahan menjadi mendesak.
Tujuan dan Manfaat Utama
- Mengurangi waktu tempuh kendaraan hingga 30‑40 % pada jam puncak.
- Menurunkan tingkat kecelakaan akibat konflik kendaraan di persimpangan.
- Meningkatkan konektivitas antar‑kabupaten, khususnya jalur perdagangan antara Kediri, Nganjuk, dan Jombang.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan mempermudah distribusi barang.
Rencana Anggaran dan Jadwal
| Komponen | Estimasi Biaya (Miliar Rp) |
|---|---|
| Konstruksi utama | 450 |
| Pengadaan lahan dan relokasi | 120 |
| Fasilitas penunjang (penerangan, drainase) | 80 |
| Cadangan | 50 |
| Total | 700 |
Proses perencanaan teknis diperkirakan selesai pada akhir 2026, dengan tahap konstruksi dimulai pada kuartal pertama 2027 dan diproyeksikan selesai pada akhir 2029.
Respons masyarakat menunjukkan dukungan luas, meski terdapat kekhawatiran terkait dampak sementara selama masa pembangunan. Pemerintah daerah berjanji akan melakukan koordinasi intensif dengan pemilik lahan dan menyediakan alternatif rute sementara.
Dengan dukungan finansial dari pemerintah provinsi dan potensi bantuan pusat, flyover Mengkreng diharapkan menjadi simbol transformasi infrastruktur di wilayah Jawa Timur, sekaligus mengurangi beban kemacetan yang mengganggu mobilitas penduduk dan distribusi barang.