Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Selama libur Idul Fitri, tepatnya antara 18 hingga 29 Mei, tercatat sebanyak 352.102 orang mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN). Angka ini menandakan tingginya minat masyarakat untuk menjelajahi kota baru yang menjadi pusat pemerintahan negara.
Kunjungan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain rasa ingin tahu terhadap infrastruktur modern yang sedang dibangun, serta keinginan untuk merayakan hari raya bersama keluarga di lingkungan yang berbeda. Selain itu, IKN menawarkan beragam destinasi wisata religius dan budaya yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik.
Berikut ini beberapa dampak positif yang muncul dari lonjakan kunjungan tersebut:
- Peningkatan pendapatan sektor pariwisata: Hotel, restoran, dan layanan transportasi mencatat kenaikan pemesanan selama periode tersebut.
- Pengenalan budaya dan sejarah lokal: Pengunjung dapat menyaksikan proyek-proyek monumental sekaligus menikmati tempat ibadah baru yang dibangun di sekitar IKN.
- Peningkatan citra IKN: Tingginya angka kunjungan memperkuat persepsi publik bahwa IKN sudah mulai berfungsi sebagai destinasi wisata yang layak.
Meskipun begitu, peningkatan volume pengunjung juga menimbulkan tantangan, seperti kebutuhan akan fasilitas publik yang memadai, pengelolaan sampah, dan penataan lalu lintas yang lebih efisien. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan beberapa langkah, antara lain penambahan armada transportasi umum, penambahan area parkir, serta peningkatan layanan kebersihan.
Secara keseluruhan, kunjungan sebanyak 352.102 orang selama libur Idul Fitri menunjukkan bahwa IKN mulai menjadi magnet bagi wisatawan domestik, khususnya pada momen-momen keagamaan penting. Jika dikelola dengan baik, potensi ini dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah dan mempercepat proses integrasi sosial‑kultural antara penduduk baru dan lama.