Setapak Langkah – 28 Maret 2026 | Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang pernah menjabat pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Ia berusia 84 tahun dan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada 29 Maret 2026.
Riwayat Hidup dan Pendidikan
Juwono lahir pada 5 Maret 1942 di Ciamis, Jawa Barat, sebagai putra Dr. Sudarsono, mantan Menteri Sosial pada masa awal kemerdekaan. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, melanjutkan studi master di University of California, Berkeley, dan memperoleh gelar doktor di London School of Economics. Karier akademiknya berujung pada posisi Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional di UI, serta pernah menjadi Dekan FISIP UI (1988‑1994) dan mengajar di Universitas Columbia, New York (1986‑1987).
Jabatan Pemerintahan
Juwono mengabdi dalam beberapa kabinet penting:
- Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VII Presiden Soeharto (1997‑1998).
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Reformasi Presiden B.J. Habibie (Mei 1998‑Oktober 1999).
- Menteri Pertahanan pertama yang berasal dari kalangan sipil pada era Presiden Gus Dur (Oktober 1999‑Agustus 2000).
- Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya dan Republik Irlandia pada era Presiden Megawati (2003‑2004).
- Menteri Pertahanan kembali pada Kabinet Indonesia Bersatu (IB) Jilid I Presiden SBY (21 Oktober 2004‑20 Oktober 2009).
Selama dua periode menjabat sebagai Menhan, Juwono mendorong profesionalisasi TNI, pemisahan institusi militer dari politik, serta penyusunan rangkaian RUU strategis, antara lain RUU Komponen Cadangan, RUU Keamanan Nasional, RUU Rahasia Negara, RUU Peradilan Militer, dan RUU Veteran.
Reformasi Sipil‑Militer
Penunjukan Juwono sebagai Menteri Pertahanan pada 1999 menandai tonggak sejarah pertama kalinya jabatan pertahanan diisi oleh kalangan sipil sejak kemerdekaan. Ia memanfaatkan posisi itu untuk memperkuat prinsip supremasi sipil, meningkatkan akuntabilitas anggaran pertahanan, dan memperluas kerjasama internasional melalui diplomasi militer. Kebijakannya berperan penting dalam menstabilkan hubungan sipil‑militer pada masa transisi demokrasi pasca‑Reformasi 1998.
Penghargaan Nasional
Pengabdian Juwono diakui dengan serangkaian penghargaan tinggi negara, antara lain:
- Bintang Mahaputera Adipradana (13 Agustus 1999).
- Bintang Jasa Utama (11 Agustus 1997).
- Bintang Yudha Dharma Utama (11 Agustus 2009).
- Satyalancana Dwidya Sistha.
- Bintang Mahaputera Adipurna yang dianugerahkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025.
Upacara Pemakaman
Setelah meninggal, jenazah Juwono sempat disemayamkan di Ruang Hening Kementerian Pertahanan pada 29 Maret 2026 pukul 09.00 WIB. Prosesi pelepasan dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, sedangkan pemakaman militer di TMP Kalibata dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Keluarga besar Kementerian Pertahanan serta sejumlah tokoh politik dan militer menyampaikan rasa duka yang mendalam.
Kepergian Juwono Sudarsono menutup bab panjang seorang negarawan yang tidak hanya memegang jabatan tinggi, tetapi juga menorehkan jejak pemikiran strategis dalam kebijakan pertahanan dan reformasi institusional Indonesia. Warisannya tetap menjadi acuan bagi generasi penerus dalam memperkuat kedaulatan bangsa serta menjaga keseimbangan antara peran sipil dan militer dalam sistem demokrasi.