Simak, 7 Wisata Religi di Bali yang Patut Dikunjungi Sebagai Bentuk Toleransi

Wisata Religi di Bali

Bali menjadi salah satu pulau di Indonesia yang populer lantaran memiliki pesona yang menawan. Daya pikat pulau ini yaitu terletak pada deretan pantai di Bali yang eksotis dan tersebar di setiap penjuru.

Namun tidak hanya itu saja, Bali juga masih kental akan budayanya. Selain kental dengan budayanya, pulau ini juga identik dengan berbagai tempat wisata religi yang ikonik.

Tidak hanya mengunjungi tempat wisata Bali yang populer saja, kita juga dapat mampi ke wisata religi di Bali yang tidak kalah asyik.

Wisata religi sendiri merupakan bentuk kegiatan pariwisata, tamasya, rekreasi, atau perjalanan yang tujuannya dianggap penting oleh agama tertentu. Kunjungan tersebut bisa dilakukan secara individu maupun rombongan.

Kunjungan tersebut biasanya dikenal dengan istilah ziarah atau mampir ke tempat beribadah berbagai agama yang berlaku di Indonesia. Jika diperhatikan, tempat tersebut biasanya berupa tempat yang memiliki makna, arti, atau sejarah khusus.

Tujuan setiap orang melakukan wisata religi di Bali pun tentunya berbeda-beda. Ada yang melakukannya karena menggali latar belakang suatu agama, memperdalam keimanan, bersenang-senang, atau hanya sekedar mampir.

Rekomendasi Wisata Religi di Bali

Bagi wisatawan yang sedang berlibur di Bali dan mencari destinasi wisata religi di Bali, berikut ini ada beberapa tempat wisata religi di Bali yang bisa dikunjungi.

1. Pura Ulun Danu Beratan

2022 12 19
Foto via Googlemaps/Poojith Thummala

Ulun memiliki makna tepi dalam Bahasa Indonesia sedangkan Danu artinya danau. Sesuai dengan namanya, Pura Ulun Danu Beratan ini berada di tepi danau yakni danau Bratan Bedugul. Karena berada di tepi danau eksotis dan di atas ketinggian 1.200 mdpl, membuat suasana pulau ini begitu asri.

Pura Ulun Danu Beratan ini punya desain arsitektur khas Bali yang terlibang unik. Selain itu, kebun yang cantik dan pemandangan sekitar yang eksotis juga berhasil menarik perhatian para wisatawan untuk wisata religi di Bali.

Pura Ulun Danu Beratan ini didirikan untuk pemujaan terhadap Sang Hyang Widhi Wasa dan dewa-dewa pemelihara suatu danau. Beberapa lontar juga menyebutkan bahwa Ulun Danu Beratan ini menjadi tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi dalam prabawanya sebagai Dewa Kemakmuran. Pura tersebut juga digunakan sebagai pemujaan terhadap Dewi Laksmi yakni dewi kesuburan dan keindahan.

Menariknya lagi, danau yang ada di pura tersebut juga digunakan untuk sumber air irigasi pertanian sekitar. Itulah sebabnya Pura Ulun Danu Beratan menyandang status sebagai Pura Kahyangan Jagat atau pura umum umat Hindu dari lintas daerah, profesi, golongan, dan lainnya.

Lokasinya berada di Danau Beratan, Candikuning, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191. Wisatawan bisa mengunjunginya mulai dari pukul 07:00 WIB hingga pukul 19:00 WIB.

2. Masjid Al-Hidayah Bedugul

DSC 2467
Foto via Googlemaps/santiago meri

Salah satu masjid yang berdiri kokoh di Bali yaitu Masjid Al Hidayah Bedugul dan menjadi destinasi wisata religi di Bali berikutnya. Masjid ini dijadikan sebagai simbol toleransi di tengah banyaknya penganut agama Hindu di Bali.

Bangunan masjid ini menyuguhkan gaya arsitektur yang begitu indah. Selain itu, Masjid Al Hidayah Bedugul juga berada di tepian Danau Beratan atau tidak jauh dari lokasi Pura Ulun Danu Beratan.

Fasad masjid ini dihiasi dengan ukiran kaligrafi berwarna keemasan. Pada pintu masuk utamanya terdapat kaligrafi basmallah serta lafadz takbir yang cantik.

Masjid Al Hidayah Bedugul ini didirikan pada tahun 1927. Di atas lahan seluas 886 meter persegi dan luas bangunan mencapai 5.650 meter persegi ini berhasil menarik perhatian para wisatawan.

Dengan kemegahan masjid, beberapa ornamen cantik, hingga pemandangannya yang eksotis, membuat wisatawan betah berada di sana. Datang ke sana tentunya wisatawan tidak akan dikenakan tarif masuk alias gratis.

Lokasinya berada di Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191. Masjid Al Hidayah Bedugul ini beroperasi setiap hari selama 24 jam.

3. Tirta Empul

20230608 150950
Foto via Googlemaps/Michael Os

Bagi masyarakat Bali, nama Tirta Empul diyakini sebagai mata air suci yang berasal dari tanah. Pada tahun 1980-an, tempat ini awalnya hanya dijadikan sebagai tempat menyucikan diri. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Tirta Empul juga dikomersialkan menjadi destinasi wisata religi di Bali.

Mata air suci tersebut ada di dalam sebuah pura. Salah satu khasiatnya yaitu menyucikan diri dari kotoran baik secara lahir maupun batin. Ada dua kolam yang bisa wisatawan temukan. Kolam tersebut dilengkapi dengan 26 pancuran di dalamnya.

Sementara itu untuk puranya sendiri terbagi ke dalam tiga bagian yakni Nista Mandala atau Jaba Sisi (bagian luar), Madya Mandala atau Jaba Tengah (bagian tengah), dan Utama Mandala atau Jeroan (bagian utama pura). Di bagian depan pura terdapat beberapa spot foto ciamik serta beberapa pedagang yang menjajakan makanan.

Sementara itu di Jaba Tengah terdapat dua kolam yang cukup besar. Kolam tersebut biasanya digunakan untuk pelukatan. Lalu pada bagian Jeroan terdapat kolam penampungan air yang berfungsi untuk menyalurkan air ke dalam kolam penyucian.

Harga tiket masuk ke Tirta Empul sendiri ditaksir sebesar Rp15.000 per orang. Adapun tiket tambahan untuk tarif parkir yakni mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000.

Lokasinya berada di Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali 80552. Buka mulai dari pukul 08:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB.

4. Pusat Peribadahan Puja Mandala

2021 03 12
Foto via Googlemaps/Riley Ririn

Puja Mandala dikenal sebagai tempat peribadatan 5 agama sekaligus. Di komplek tersebut wisatawan akan menemukan masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng.

Pembangunan Puja Mandala ini juga dilatarbelakangi oleh Joop Ave guna sebagai kerukunan umat beragama, tempat wisata religi di Bali, dan menyejahterakan ekonomi masyarakat sekitar. Puja Mandala ini didirikan pada tanggal 22 Desember 1997.

Beberapa rumah ibadah yang ada di Puja Mandala ini seperti Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa dan Pura Jagat Natha. Puja Mandala saat ini dijadikan sebagai wisata spiritual baik secara lokal maupun internasional.

Karena lokasinya sendiri berada di atas dataran tinggi, wisatawan akan disuguhkan oleh pemandangan cantik dengan suasana yang menyegarkan. Tidak heran, banyak pengunjung yang mengabadikan momennya di sana. Wisatawan juga bisa menemukan berbagai kuliner lezat di sekitar sana.

Lokasinya berada di Jalan Nusa Dua, Kuta Selatan, Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali 80361. Untuk jam operasionalnya sendiri mulai dari pukul 08:00 WIB hingga pukul 16:00 WIB.

5. Kelenteng Ling Li Miao

IMG 20200104 174816
Foto via Googlemaps/Raynardthan Pontoh

Kelenteng sendiri merupakan tempat beribadah umat Konghucu yang ada di Indonesia. Wisatawan yang kebetulan sedang berlibur di Bali, jangan sampai melewatkan mampir ke Kelenteng Ling Li Miao sebagai wisata religi di Bali.

Tidak hanya ornamennya saja berhasil menarik perhatian para wisatawan. Kelenteng Ling Li Miao juga punya keunikan tersendiri lantaran adanya sebuah pura yang bisa digunakan beribadah oleh umat Hindu. Hal itu membuktikan wujud toleransi yang besar dalam masyarakat Bali.

Kelenteng Ling Li Miao ini merupakan perpaduan antara agama Hindu-Budha. Di dalam kelenteng tersebut, wisatawan akan melihat beberapa orang yang mengenakan baju khas Bali.

Wisatawan juga akan dibuat takjub dengan ornamen merah dan kuning yang begitu cantik, apalagi ketika Hari Imlek. Selain sebagai tempat beribadah umat Hindu dan Konghucu, Kelenteng Ling Li Miao juga biasa digunakan sebagai tempat ibadah umat Buddha.

Lokasinya berada di Jalan Erlangga No.65, Kp. Bugis, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81114. Wisatawan bisa mengunjunginya mulai dari pukul 08:00 WIB hingga pukul 19:00 WIB.

6. Brahma Vihara Arama

Vihara Buddha Banjar atau dikenal dengan nama Brahma Vihara Arama merupakan vihara terbesar yang ada di Bali. Vihara ini dibangun pada tahun 1969.

Karena mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, gaya arsitektur vihara ini masih kental akan nilai khas Hindu. Hal itu dapat dilihat dari gerbang masuk vihara.

Di bagian depan vihara, wisatawan akan menemukan patung Buddha yang cukup besar, terletak di tengah kolam dengan dikelilingi oleh bunga teratai. Wisatawan juga akan menemukan sebuah bangunan bernama Dharmasala yang diperuntukkan untuk ruang belajar.

Selain itu, pada dinding Uposatha Gara, wisatawan akan menemukan ukiran-ukiran cantik tentang Sang Buddha. Wisatawan akan dibuat takjub dengan ornamen-ornamen yang ada pada wisata religi di Bali ini.

Lalu ada pula lonceng raksasa yang terbuat dari beton. Bahkan wisatawan juga akan menemukan beberapa koleksi stupa. Tidak hanya dijadikan sebagai tempat beribadah saja, Vihara Buddha Banjar juga banyak dikunjungi untuk keperluan wisata.

Wisatawan akan menemukan sebuah taman luas dan cantik. Di taman tersebut terdapat replika Candi Borobudur yang ciamik. Banyak pengunjung yang mengabadikan momennya di sana.

Vihara Buddha Banjar ini berlokasi di Banjar Dinas Tangeb, Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali 81152. Buka mulai dari pukul 08:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB.

7. Makam Keramat Putri Raja Bali

Rekomendasi tempat wisata religi di Bali yang terakhir yaitu Makam Keramat Raden Ayu Siti Khodijah Pemecutan atau biasa dikenal dengan nama Makam Keramat Putri Raja Bali. Raden Ayu Siti Khotijah merupakan seorang putri Raja Bali yang beragama Islam dan terkenal akan kemasyhurannya.

Putri raja Bali ini menjadi satu-satunya perempuan yang masuk dalam kategori wali pitu menurut Jro Mangku I Made Puger, juru kunci makam. Sosoknya dikenal sebagai seorang yang dermawan dan wafat dalam keadaan mualaf.

Tidak hanya dijadikan tempat ziarah oleh umat beragama Islam saja, akan tetapi oleh umat lainnya juga. Lokasinya berada di Jalan Gunung Batukaru, Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali 80112.

Itulah rekomendasi 7 tempat wisata religi di Bali yang bisa wisatawan kunjungi. Selain memiliki pesona yang menawan serta cantiknya ornamennya yang ada di sana, wisatawan juga bisa belajar mengenai toleransi beragama.

Avatar for Erisa Vindia
Erisa Vindia Suka dengan menulis terutama seputar travel dan kuliner. Dengan pengalaman serta hobi, saya berusaha menciptakan karya tulis terbaik untuk kamu baca.
Avatar for Erisa Vindia
Erisa Vindia Suka dengan menulis terutama seputar travel dan kuliner. Dengan pengalaman serta hobi, saya berusaha menciptakan karya tulis terbaik untuk kamu baca.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments