Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin, 25 Mei 2024, mengumumkan bahwa wabah virus Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo (RDK) telah menewaskan 220 orang yang dicurigai terinfeksi. Data ini merupakan update terbaru setelah serangkaian laporan sebelumnya menunjukkan peningkatan angka kematian yang signifikan.
Sejak munculnya kasus pertama pada awal April 2024, WHO mencatat lebih dari 500 kasus suspek, dengan sekitar 350 kasus terkonfirmasi positif Ebola. Dari total kasus terkonfirmasi, 220 orang telah meninggal, sementara 120 orang dilaporkan telah pulih setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan yang telah disiapkan khusus.
Provinsi-provinsi yang paling terdampak antara lain North Kivu, Ituri, dan South Kivu. Kondisi keamanan yang tidak stabil di beberapa wilayah memperburuk kemampuan tim medis untuk menjangkau pasien dan melakukan pelacakan kontak.
Langkah-langkah penanggulangan yang dijalankan WHO bersama Kementerian Kesehatan RDK meliputi:
- Pendirian klinik isolasi dan unit perawatan intensif khusus Ebola di titik-titik strategis.
- Pelacakan dan pemantauan kontak selama 21 hari untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
- Pemberian vaksin ringeri (rVSV‑ZEBOV) kepada tenaga kesehatan, pasien suspek, dan orang-orang yang berada dalam zona risiko tinggi.
- Penyuluhan komunitas untuk meningkatkan kesadaran tentang gejala, cara penularan, dan pentingnya mencari perawatan dini.
Namun, upaya tersebut menghadapi beberapa tantangan utama, antara lain:
- Konflik bersenjata yang menghambat akses tim medis ke daerah terpencil.
- Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan formal.
- Keterbatasan pasokan vaksin dan perlengkapan pelindung.
WHO menekankan perlunya dukungan internasional tambahan, baik dalam bentuk dana, tenaga medis, maupun persediaan vaksin, untuk mempercepat penghentian penyebaran virus dan menurunkan angka kematian.
Berikut rangkuman data kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo per 25 Mei 2024:
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Kasus Suspek | ≈ 500 |
| Kasus Terkonfirmasi | ≈ 350 |
| Kematian | 220 |
| Pasien Pulih | 120 |
Jika penanganan tidak ditingkatkan secara signifikan, risiko penyebaran lintas perbatasan ke negara tetangga tetap tinggi, menimbulkan ancaman kesehatan regional yang memerlukan koordinasi lintas negara.