Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menegaskan bahwa semangat kurban tidak hanya terbatas pada ritual ibadah melainkan harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran program digitalisasi donasi kurban yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Nezar menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mempermudah proses penyembelihan, pendistribusian, dan penyaluran daging kurban kepada yang membutuhkan, terutama di wilayah‑wilayah terdampak bencana atau kaum miskin. Ia menambahkan, “Kurban adalah wujud kepedulian sosial; dengan platform digital, kita dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara transparan dan akuntabel.”
Berikut langkah‑langkah utama yang diusulkan dalam program tersebut:
- Mengembangkan aplikasi mobile yang memungkinkan masyarakat memilih lembaga penyalur daging kurban secara langsung.
- Menjalin kerja sama dengan organisasi sosial, LSM, dan komunitas lokal untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran.
- Mengintegrasikan sistem pembayaran digital untuk mempermudah proses pembayaran dan mengurangi kontak fisik.
- Melakukan pelatihan bagi peternak dan penyembelih agar standar kebersihan dan kesejahteraan hewan tetap terjaga.
- Menyediakan dashboard publik yang menampilkan data real‑time tentang jumlah hewan yang disembelih, lokasi distribusi, dan penerima manfaat.
Nezar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku industri peternakan, lembaga keagamaan, dan relawan, untuk berpartisipasi aktif dalam mengoptimalkan manfaat kurban. Ia berharap semangat kurban dapat menjadi katalisator bagi peningkatan solidaritas sosial serta pemanfaatan teknologi dalam layanan publik.
Program ini dijadwalkan akan diluncurkan secara bertahap mulai bulan Ramadan mendatang, dengan target mencakup seluruh provinsi di Indonesia pada akhir tahun 2024.