Setapak Langkah – 24 April 2026 | Di kawasan padat penduduk Cilincing, Jakarta Utara, ribuan warga berbondong-bondong memanfaatkan layanan radiologi gratis yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Program ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini tuberkulosis (TB) secara massal, mengingat tingginya risiko penyebaran penyakit di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi.
Pelaksanaan pemeriksaan dimulai pada pagi hari dengan pembagian antrean berdasarkan nomor antrian. Setiap peserta menjalani serangkaian langkah berikut:
- Registrasi dan pengisian formulir kesehatan sederhana.
- Pemeriksaan fisik dasar oleh tim medis.
- Pengambilan foto rontgen dada menggunakan mesin radiologi mobile yang ditempatkan di lapangan.
- Analisis hasil foto secara cepat oleh radiologis FKUI.
- Pemberian rekomendasi tindak lanjut bagi yang terindikasi TB atau kondisi paru lainnya.
Selama dua hari pertama, lebih dari 1.200 warga berhasil menjalani skrining. Dari jumlah tersebut, 78 orang menunjukkan temuan abnormal pada foto rontgen, dan 32 di antaranya didiagnosis potensial mengidap TB latar belakang. Semua pasien yang memerlukan penanganan lanjutan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan konfirmasi dan pengobatan.
Petugas medis menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam program ini. “Deteksi dini adalah kunci mengurangi beban TB di Indonesia, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Dengan menyediakan layanan gratis, kami berharap lebih banyak orang mau memeriksakan diri tanpa rasa takut biaya,” ujar Dr. Andi Prasetyo, koordinator tim radiologi FKUI.
Program serupa direncanakan akan dilanjutkan di beberapa daerah lain di Jakarta, dengan harapan dapat menurunkan angka prevalensi TB secara nasional. Pemerintah daerah dan lembaga non‑profit turut mendukung dengan menyediakan tenaga sukarelawan, fasilitas logistik, serta kampanye penyuluhan mengenai pentingnya skrining kesehatan secara rutin.