Setapak Langkah – 02 Juli 2026 | Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya seluruh wali kota di Indonesia menyusun langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah masing‑masing dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang dilaksanakan di Medan.
Ketahanan pangan menjadi agenda strategis nasional mengingat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, perubahan iklim, serta tekanan pada lahan pertanian. Pemerintah pusat menargetkan swasembada pangan, namun pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kebijakan dan aksi daerah.
Wali kota memiliki peran kunci karena mereka mengelola ruang kota, infrastruktur, serta hubungan langsung dengan petani dan pelaku pasar. Oleh karena itu, formulasi strategi lokal harus selaras dengan kebijakan nasional dan menyesuaikan potensi serta tantangan daerah masing‑masing.
Dalam sambutannya, Waminko menyoroti lima langkah utama yang harus dipertimbangkan oleh setiap wali kota:
- Mengidentifikasi potensi produksi pangan dan sumber daya agraria di wilayahnya.
- Mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian melalui revitalisasi lahan tak produktif dan penerapan pertanian cerdas.
- Mendorong inovasi berkelanjutan, termasuk adopsi teknologi tepat guna dan praktik agroekologi.
- Memperkuat jaringan distribusi lokal untuk memastikan pemasaran yang efisien dan mengurangi kehilangan pasca‑panen.
- Menyusun kebijakan pendukung, seperti subsidi benih, insentif bagi petani, serta regulasi yang memfasilitasi investasi di sektor pertanian.
Rakernas APEKSI yang dihadiri oleh lebih dari seratus wali kota serta perwakilan kementerian, lembaga riset, dan asosiasi petani, memberikan forum bagi pertukaran pengalaman dan penyusunan rencana aksi bersama. Agenda utama meliputi presentasi studi kasus, pembentukan tim kerja lintas daerah, serta penetapan indikator monitoring ketahanan pangan.
Dengan implementasi strategi yang terintegrasi, diharapkan setiap kota dapat meningkatkan produksi pangan lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal, dan menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh terhadap guncangan ekonomi maupun iklim. Waminko menutup pertemuan dengan ajakan agar semua wali kota menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan daerah dalam jangka menengah hingga panjang.