Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto menegaskan bahwa pemerintah kini memprioritaskan pendekatan kesejahteraan dalam upaya pembangunan di Papua. Menurutnya, strategi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menanggulangi akar permasalahan yang selama ini menjadi sumber ketegangan.
Strategi kesejahteraan mencakup tiga pilar utama: peningkatan akses layanan dasar, pemberdayaan ekonomi lokal, dan perlindungan hak asasi manusia. Pemerintah berencana memperluas jaringan pendidikan, layanan kesehatan, serta infrastruktur air bersih di daerah terpencil.
- Pendidikan: Penambahan sekolah menengah dan pelatihan kejuruan di wilayah dengan tingkat buta huruf tinggi.
- Kesehatan: Pengadaan fasilitas kesehatan primer dan program imunisasi massal.
- Ekonomi: Dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemberian modal dan pelatihan keterampilan.
Selain itu, Mugiyanto menekankan pentingnya penegakan hak asasi manusia sebagai landasan keberhasilan program. Pemerintah berkomitmen meningkatkan koordinasi antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat, sehingga tercipta iklim yang kondusif bagi pembangunan.
Namun, tantangan tetap ada, antara lain kondisi geografis yang sulit, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan akan sinergi lintas kementerian. Untuk mengatasi hal tersebut, dibentuk tim gabungan yang melibatkan kementerian terkait, lembaga swadaya masyarakat, dan perwakilan komunitas Papua.
Dengan mengedepankan pendekatan kesejahteraan, pemerintah berharap dapat menciptakan pertumbuhan inklusif yang berkelanjutan serta mengurangi ketegangan sosial di Papua.